Home / Advertorial / Pemerintah / Pendidikan-Kesehatan

Selasa, 15 Juli 2025 - 08:41 WIB

Disdikbud Kukar Menggelar Workshop Penyusunan Modul Pembelajaran Bahasa Daerah untuk Guru SD dan SMP

Workshop Penyusunan Modul Pembelajaran Bahasa Daerah untuk Guru SD dan SMP yang digelar Disdikbud Kukar

Workshop Penyusunan Modul Pembelajaran Bahasa Daerah untuk Guru SD dan SMP yang digelar Disdikbud Kukar

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar Workshop Penyusunan Modul Pembelajaran Bahasa Daerah bagi guru Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun 2025, di Hotel Grand Fatma Tenggarong, pada Senin (14/07/2025).

Workshop ini bertujuan untuk menghasilkan draft atau rancangan awal modul (DRAP) pembelajaran bahasa daerah, khususnya Bahasa Kutai, yang selanjutnya akan disempurnakan oleh tenaga ahli dari Balai Bahasa.

Nantinya modul final ini akan diperbanyak dan didistribusikan ke seluruh SD di Kukar, yang jumlahnya mencapai sekitar 475 lembaga.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan Disdikbud Kukar, Nur Aini, menyampaikan bahwa workshop ini menjadi langkah penting dalam pelestarian bahasa daerah melalui pendidikan formal.

Baca Juga :  Antisipasi Karhutla, Ketua DPRD Kukar Imbau Warga untuk Tidak Membakar Lahan Sementara Waktu

“DRAP ini bukan sekadar latihan atau formalitas, tetapi merupakan cikal bakal dari modul resmi yang akan digunakan secara luas di sekolah. Jadi kami harap Bapak Ibu serius mengikuti prosesnya,” ujarnya.

Menurutnya bahwa sebanyak 50 guru terpilih dari 18 kecamatan di Kukar mengikuti kegiatan ini sebagai penyusun awal DRAP.

Keterlibatan para guru dianggap strategis karena mereka memiliki pemahaman kontekstual terhadap penggunaan bahasa daerah di lingkungan masing-masing.

“Karena kami percaya semakin banyak kepala yang berpikir, maka hasilnya akan lebih baik dan beragam,” ucapnya.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan narasumber dan tenaga ahli dalam proses penyempurnaan modul.

Ia menjelaskan tenaga ahli dari Balai Bahasa akan mendampingi dan menyempurnakan DRAP yang dibuat.

Baca Juga :  Kasus Cyberbullying Marak Terjadi, DP3A Kukar Tekankan Pentingnya Edukasi Sejak Dini

“Jadi tolong tidak main-main ya, Bapak Ibu. Ini adalah amanah yang besar untuk pendidikan dan pelestarian budaya kita,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk bekerja sepenuh hati dan menjadikan penyusunan modul ini sebagai bagian dari amal jariyah.

Workshop ini juga menjadi ruang diskusi terkait kearifan lokal, ragam bahasa, serta metode pengajaran yang relevan. Peserta didorong untuk menyampaikan masukan berdasarkan pengalaman masing-masing di daerah.

“Kami harap dalam proses diskusi, Bapak Ibu juga menyampaikan referensi dan pengalaman lokal yang bisa memperkaya isi modul. Karena konteks lokal adalah kekuatan kita,” pungkasnya. (adv/disdikbud/kukar)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Wakil Ketua DPRD Kaltim Menghadiri Rapat Forum Komunikasi Terpadu P4GN dan PN

Pemerintah

Air Bangar Ganggu Kualitas dan Distribusi Air Baku, Perumda Tirta Mahakam Siapkan Teknologi Membran

Advertorial

Disperindag Kukar Sediakan 560 Tabung Gas Elpiji Tiga Kilogram Saat GPM di Tenggarong

Advertorial

Bupati Bersilaturahmi Bersama Jemaah Haji Kukar Menjelang Keberangkatan ke Tanah Suci

Advertorial

Nakes PPPK Paruh Waktu Datangi DPRD Kukar, Sampaikan Aspirasi kepada Ketua DPRD

Olahraga dan Kesehatan

Ratusan Atlet Kukar Akan Berlaga di POPDA XVII Kaltim, Dispora Beri Dukungan Penuh

Advertorial

Anggota DPRD Kutim Sebut Pentingnya Perizinan Dalam Pengembangan Kelapa Sawit

Advertorial

Sekda Kukar Hadiri Penutupan Karya Bhakti dan Gerakan Nasional Ketahanan Pangan 2023