KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat konektivitas transportasi melalui penyediaan fasilitas bus sekolah bagi para pelajar. Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk mempermudah akses transportasi anak-anak menuju sekolah, khususnya di wilayah yang memiliki keterbatasan sarana angkutan umum.
Kepala Dishub Kukar, Ahmad Junaidi, mengatakan saat ini pihaknya telah memfasilitasi sembilan unit bus sekolah yang tersebar di sejumlah kecamatan. Penempatan armada tersebut dilakukan berdasarkan hasil analisis serta koordinasi dengan pemerintah kecamatan yang membutuhkan layanan transportasi bagi pelajar.
“Untuk program dedikasi yang berkaitan dengan konektivitas transportasi, kami berupaya memfasilitasi pelajar agar bisa pergi ke sekolah menggunakan bus sekolah. Saat ini sudah ada sembilan unit bus sekolah yang kami fasilitasi di sejumlah kecamatan,” ujarnya pada Kamis (5/11/2026).
Selain sembilan unit yang telah beroperasi, Dishub Kukar juga mendapatkan bantuan satu unit bus dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Armada tersebut direncanakan untuk mendukung pelayanan transportasi pelajar di Kecamatan Sangasanga.
Junaidi menjelaskan, sebelumnya pemerintah Kecamatan Sangasanga telah mengajukan permohonan penyediaan bus sekolah kepada Dishub Kukar. Pengajuan tersebut juga disertai kesiapan pihak kecamatan untuk mendukung kebutuhan operasional, mulai dari penyediaan sopir, kernet hingga bahan bakar minyak (BBM).
“Alhamdulillah, kami juga mendapatkan bantuan satu unit bus dari Kementerian Perhubungan. Bus tersebut rencananya akan dialokasikan untuk Kecamatan Sangasanga,” jelasnya.
Adapun bus bantuan tersebut memiliki kapasitas 19 tempat duduk. Penyerahannya direncanakan bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda yang digelar KNPI Sangasanga pada 28 Oktober 2026. Dalam pelaksanaannya, operasional bus akan melibatkan pemerintah kecamatan, KNPI, relawan serta perusahaan yang berada di wilayah setempat.
Junaidi menegaskan, Dishub Kukar berperan dalam memfasilitasi penyediaan unit kendaraan, sedangkan pengelolaan operasional akan dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak di Kecamatan Sangasanga. Skema tersebut diharapkan dapat menjaga keberlangsungan layanan tanpa sepenuhnya membebankan kebutuhan operasional kepada pemerintah daerah.
Sementara itu, sembilan wilayah yang saat ini telah mendapatkan layanan bus sekolah meliputi Loa Tebu, Rapak Lambur, Loa Ipuh, Kota Bangun, Kembang Janggut, Tabang, Samboja, Muara Jawa, dan Muara Badak. Keberadaan armada tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi kendala transportasi yang selama ini dihadapi para pelajar.

Dishub Kukar berharap semakin banyak pihak yang terlibat dalam pengembangan layanan transportasi sekolah. Mengingat keterbatasan anggaran pemerintah daerah, dukungan masyarakat maupun perusahaan dinilai penting untuk memperluas jangkauan pelayanan, terutama di kawasan yang sulit dijangkau kendaraan umum.
Ia mencontohkan sejumlah wilayah perkebunan kelapa sawit serta kawasan di Kecamatan Muara Badak yang akses desanya terhambat jalur pipa minyak dan gas bumi (migas). Kondisi geografis tersebut membuat sebagian wilayah membutuhkan perhatian khusus dalam penyediaan sarana transportasi bagi anak-anak sekolah.
“Karena itu, kami berharap perusahaan-perusahaan di sekitar wilayah tersebut dapat berkolaborasi membantu penyediaan bus sekolah. Dukungan serupa juga kami harapkan di Kecamatan Muara Kaman melalui kerja sama dengan perusahaan setempat,” pungkasnya. (ltf/fdl/adv)









