Home / Advertorial / Pemerintah / Politik

Senin, 3 Juni 2024 - 16:06 WIB

DPRD Kutim Gencar Sosialisasi Perda Penanganan HIV, Sasar Kecamatan Muara Wahau

Joni - Ketua DPRD Kutai Timur

Joni - Ketua DPRD Kutai Timur

KUTAI TIMUR, eksposisi.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim), Joni, memberikan tanggapannya mengenai beberapa sosialisasi peraturan daerah (Perda) yang sedang dilakukan. Saat ditemui rekan media di halaman kantor DPRD Kutim pada Senin, 3 Juni 2024, Joni menjelaskan beberapa hal terkait pemilihan lokasi sosialisasi.

“Untuk HIV, kita taruh di Kecamatan Wahau karena memang dari pengamatan Pak Armaji itu di sana paling banyak kasus HIV. Makanya kemarin kita tempatkan di sana untuk rancangan raperdanya,” ungkap Joni.

Menurutnya , pemilihan lokasi tersebut didasarkan pada data dan pengamatan lapangan yang menunjukkan tingginya angka kasus HIV di wilayah Wahau. Dengan fokus sosialisasi di daerah tersebut, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan dan penanganan HIV.

Baca Juga :  111 Guru Honorer di Kukar Resmi Diangkat Menjadi PPPK

“Kita ingin masyarakat di Wahau lebih menyadari tentang bahaya HIV dan bagaimana cara pencegahannya. Ini langkah awal sebelum raperda tersebut disahkan,” jelasnya.

Orang nomor satu di DPRD Kutim itu juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam proses sosialisasi perda.

“Keterlibatan masyarakat merupakan hal yang wajib karena masih bersifat rancangan. Jadi apa-apa yang menjadi masukan masyarakat terkait perda ini baru kita studi bandingkan. Yang mana masuk, ya kita masukkan,” tambahnya.

Menurutnya, Hal tersebut berbeda dengan sosialisasi perda di masa lalu, di mana perda yang disosialisasikan sudah dalam bentuk sudah jadi atau disahkan.

“Beda kalau dulu yang kita sosialisasikan perda yang sudah jadi. Nah sekarang ada aturan baru yang kita sosialisasikan perda yang belum jadi, baru mau digarap. Kita sosialisasikan terlebih dahulu, jika sudah memenuhi syarat baru kita sahkan,” bebernya.

Baca Juga :  Disperindag Kukar Melaksanakan Operasi Pasar Murah di Kecamatan Sangasanga

Selain itu, pihaknya beranggapan dengan cara tersebut masyarakat akan lebih terlibat dan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang perda yang akan disahkan.

“Jadi nanti tidak ada lagi yang namanya tidak melibatkan masyarakat. Sebelum raperda disahkan, masyarakat sudah tahu bahwa sudah ada raperda itu karena kita sudah bahas bersama dengan masyarakat sebelumnya,” tuturnya.

Dengan langkah terebut, Ia berharapdapat menciptakan Perda yang efejtif dan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Kita berharap dapat menciptakan peraturan daerah yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan serta aspirasi masyarakat,” harapnya. (adv/dprd/kutim)

Share :

Baca Juga

Advertorial

DPRD Kukar Hadiri Musrembangdes di Salo Cella, Masyarakat Minta Perhatikan Infrastruktur Desa

Advertorial

Pemkab Kukar Tetapkan 6 Kecamatan Jadi Pilot Project Pertanian Berbasis Kawasan Modern

Pemerintah

Wakil Bupati Kukar Serahkan Bantuan Perikanan Bagi Nelayan di Kecamatan Muara Batak

Advertorial

Ketua Komisi D DPRD Kutim Tanggapi Isu Buruh Perempuan yang Dipecat Secara Paksa saat Hamil

Advertorial

Bupati Kukar Melantik Pj Kepala Desa Long Beleh Modang dan Sejumlah Anggota BPD

Olahraga dan Kesehatan

Dispora Kukar Tegaskan Seluruh Atlet yang Bertanding di Porprov Putra Daerah, 56 Cabor Siap Berlaga

Advertorial

Anggota DPRD Kutim Ingatkan Pentingnya Implementasi Perda Perlindungan Anak

Ekonomi

Pemkab Kukar Menggelar Rapat Persiapan Tim Identifikasi dan Verifikasi Tanam Tumbuh di Area HGU PT BAM