KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Harga sejumlah bahan pokok di Pasar Gerbang Raja Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mengalami fluktuasi pada Sabtu (20/6/2026)
Sejumlah komoditas di Pasar Mangkurawang mulai mengalami kenaikan harga dan penurunan yang signifikan.Namun daya beli masyarakat di pasar ini terpantau masih stabil.
Pedagang ayam di pasar tersebut, Rahmat, mengungkapkan harga ayam potong yang sempat turun hingga Rp23.000-Rp25.000 per kilogram sejak momentum Iduladha kini mulai naik kembali menjadi Rp28.000-Rp30.000 per kilogram.
“Hari ini Rp28.000, ada yang Rp30.000. Mulai naik sekitar dua sampai tiga hari terakhir,” ujarnya.
Menurut Rahmat, harga ayam yang sempat murah dalam waktu cukup lama membuat banyak konsumen membeli dalam jumlah besar untuk stok. Kondisi itu berdampak pada menurunnya aktivitas pembelian ketika harga mulai naik.
“Biasanya kalau murah orang langsung beli banyak, yang biasanya beli satu kilo bisa beli tiga sampai lima kilo. Kalau pas naik, mereka menunggu harga turun lagi,” katanya.
Sementara itu, harga telur ayam asal Surabaya terpantau relatif stabil. Pedagang telur, Yuli, mengatakan harga telur masih berada di kisaran Rp50.000 hingga Rp56.000 per piring dan belum mengalami perubahan berarti sejak sebelum Iduladha.
“Harganya standar saja dari dulu, Rp50.000 sampai Rp56.000. Untuk pembeli juga biasa saja, kadang ramai, kadang sepi,” tuturnya.
Kenaikan juga terjadi pada komoditas beras lokal. Supriono, menyebut harga beras lokal yang sebelumnya Rp14.000 per kilogram kini naik menjadi Rp15.000 per kilogram. Di tingkat pengecer, harga bahkan bisa mencapai Rp16.000 per kilogram.
Selain beras, harga gula pasir juga mengalami kenaikan tipis dari Rp18.000 menjadi Rp19.000 per kilogram.
Meski demikian, harga minyak goreng masih tergolong stabil. Minyak goreng curah dijual sekitar Rp25.000 per liter, sedangkan Minyakita tetap berada pada kisaran Rp15.700 per liter.
“Kalau minyak selama ini masih stabil. Pasokannya juga masih ada, tinggal menunggu pengiriman dari distributor,” jelasnya.
Di lapak sayur dan bumbu dapur, harga cabai menunjukkan tren yang beragam. Dela, mengatakan harga cabai rawit saat ini turun menjadi Rp58.000 per kilogram setelah sebelumnya sempat menyentuh Rp80.000 per kilogram.
“Sebelum lebaran sekitar Rp65.000 sampai Rp70.000, pas lebaran sempat naik lagi, lalu setelah lebaran turun sampai sekarang,” katanya.
Penurunan juga terjadi pada cabai keriting yang sebelumnya sempat berada di kisaran Rp80.000 per kilogram dan kini turun menjadi sekitar Rp50.000 per kilogram.
Namun, berbeda dengan cabai, harga bawang merah dan bawang putih justru mengalami kenaikan. Bawang merah yang sebelumnya dijual sekitar Rp43.000 per kilogram kini naik menjadi Rp48.000 per kilogram. Sementara bawang putih melonjak dari kisaran Rp28.000 menjadi Rp38.000 per kilogram.
Dela menilai kenaikan harga sejumlah komoditas terjadi sekitar satu bulan terakhir. Meski begitu, aktivitas transaksi di pasar masih berjalan cukup baik.
“Kalau daya beli masih lumayan. Pembeli tetap ada meskipun harga beberapa barang naik,” ujarnya.
Fluktuasi harga bahan pokok yang terjadi di Pasar Gerbang Raja Mangkurawang menunjukkan kondisi pasokan dan permintaan yang masih dinamis pasca Iduladha. Kendati sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga, para pedagang menilai daya beli masyarakat Tenggarong sejauh ini masih berada pada level yang relatif stabil. (ltf/fdl)








