KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Kelurahan Panji, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan Perkemahan Akhir Tahun Ajaran Cinta Alam Indonesia (CAI) yang diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII).
Lurah Panji, Isnaniah, menjelaskan bahwa lokasi perkemahan tahun ini menjadi pusat kegiatan LDII di wilayah Kelurahan Panji, yang ke depannya direncanakan sebagai sentra berbagai aktivitas besar LDII.
“Kegiatan CAI ini memang rutin dilakukan setiap tahun, dan tuan rumahnya bergantian. Tahun ini kebetulan diadakan di Tenggarong, tepatnya di Kelurahan Panji. Nantinya kawasan ini akan menjadi pusat utama kegiatan LDII, termasuk pembangunan pondok pesantren dan fasilitas pendidikan lainnya,” ujarnya pada Kamis (10/07/2025).
Isnaniah menegaskan bahwa pihak kelurahan akan selalu mendukung kegiatan LDII dalam bentuk apa pun. Bentuk dukungan tersebut antara lain berupa pemberian rekomendasi, pengusulan dalam musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang), serta penyampaian kebutuhan kepada dinas terkait.
“Segala bentuk kegiatan dari LDII yang diajukan kepada kami pasti akan kami bantu. Tahun depan, kami akan terus masukkan usulan mereka ke dalam Musrenbang, termasuk pengajuan alokasi dana kelurahan, opokir, maupun melalui jalur rekomendasi ke dinas teknis. Contohnya soal penerangan jalan, kami sudah bantu beberapa titik, tapi masih perlu perluasan karena wilayah ini mencakup hingga 10 hektare,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap dukungan warga sekitar, khususnya dari ketua RT yang aktif mengusulkan perbaikan infrastruktur melalui forum Musrenbang.
“Tahun kemarin usulan jalan dari warga juga masuk ke dalam SIPD dan berhasil diakomodir oleh dinas terkait. Karena anggaran kelurahan kami terbatas, tidak bisa lebih dari 200 juta, maka kami usahakan melalui jalur dinas agar anggaran bisa lebih maksimal,” tambahnya.
Ia berharap, kehadiran kegiatan seperti CAI dapat memberi dampak positif dalam pembinaan karakter pemuda, khususnya generasi muda dari LDII yang sebagian besar juga mengenyam pendidikan di pondok pesantren.
“Anak-anak LDII ini memiliki semangat dan basis pendidikan yang kuat. Di sini sudah ada SMP dan SD, ke depan semoga bisa berdiri juga SMK dan SD yang lebih representatif di lokasi ini. Saat ini memang pembelajaran masih terbagi antara wilayah Mangkuraja dan Panji karena keterbatasan tempat,” tutupnya. (adv/diskominfo/kukar)








