Home / Advertorial / Pemerintah / Pendidikan-Kesehatan

Kamis, 25 September 2025 - 16:17 WIB

Kemeriahan Beseprah Dalam Rangkaian Erau 2025, Bupati Kukar dan Disdikbud Harap Tradisi Ini Terus Dilestarikan

Kemeriahan Beseprah dalam rangkaian Festival Erau Adat Kutai 2025

Kemeriahan Beseprah dalam rangkaian Festival Erau Adat Kutai 2025

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Pada Festival Erau Adat Kutai, rutin digelar kegiatan Beseprah. Beseprah merupakan tradisi adat budaya yang masuk ke dalam rangkaian Festical Adat Kutai yang diikuti oleh masyarakat.

Beseprah memiliki arti duduk sama rata berdiri sama tinggi, artinya tidak ada yang membedakan antara kalangan atas dan bawah, semua berkumpul dan bahagia menyantap suguhan aneka ragam hidangan.

Pada Erau 2025 ini Beseprah dilaksanakan di sepanjang Jalan Diponogoro atau di depan Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura atau Museum Mulawarman, pada Kamis (25/9/2025.

Acara ini dihadiri Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin, Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri, jajaran Forkopimda, serta ratusan masyarakat yang antusias mengikuti tradisi makan bersama di jalanan.

Baca Juga :  Pemkab Kutim Menggelar Workshop Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting

Aulia Rahman Basri menegaskan bahwa beseprah memiliki filosofi mendalam tentang kesederajatan dan pengabdian pemimpin kepada rakyat.

“Beseprah ini mengajarkan bahwa semua orang duduk sama rendah tanpa memandang derajat maupun jabatan. Pada masa Kesultanan, para pangeran dan bangsawan bahkan turun langsung melayani rakyat. Dari sini kita belajar bahwa pemimpin sejatinya adalah pelayan bagi rakyatnya,” ujarnya.

Ia berharap nilai-nilai yang terkandung dalam beseprah dapat menjadi teladan bagi aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

“Semangat pemimpin melayani harus kita implementasikan. Ketika pemimpin melayani dan rakyat patuh pada aturan, insya Allah Kutai Kartanegara akan menjadi daerah yang aman, damai, dan sejahtera,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Thauhid Afrilian Noor, menuturkan bahwa pelaksanaan Beseprah tahun ini diikuti kurang lebih 70 peserta, terdiri dari organisasi perangkat daerah (OPD), 20 kecamatan, hingga organisasi kemasyarakatan.

Baca Juga :  Perjuangkan Kesejahteraan Tenaga Pendidik, Salehuddin Ungkapkan PPPK Guru akan Mendapat Kenaikan Tunjangan

“Alhamdulillah hari ini berjalan sukses. Himbaun kami sederhana, makan dulu bersama-sama, baru setelah itu bungkus. Ini yang ingin kita biasakan, agar beseprah benar-benar jadi sarana mempererat silaturahmi dan keakraban,” jelasnya.

Ia mengatakan, tradisi beseprah bukan hanya milik pemerintah kabupaten, melainkan bisa dilaksanakan di semua level, mulai dari sekolah, hingga kelurahan.

“Beseprah sudah menjadi ikon Erau yang selalu ditunggu. Antusias masyarakat tahun ini tinggi, ketertiban juga lebih baik dari tahun lalu. Harapannya, tradisi ini bisa terus hidup di semua tingkatan masyarakat sebagai budaya kebersamaan,” pungkasnya. (adv/disdikbud/kukar)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Wakil Ketua DPRD Yakin Kaltim Memiliki Potensi Besar Mencapai Swasembada Pangan

Advertorial

Bupati Kukar Serahkan Bantuan Pupuk dan Bibit Jahe Bagi Warga di Kecamatan Sebulu

Advertorial

Damkar Kukar Menggelar Fire dan Rescue Challenge Volunter 2023, Tingkatkan Kemampuan dan Jadi Ajang Silaturahmi Relawan

Pemerintah

Pemkab Kukar Dorong Efektivitas Pengelolaan Jasa Konstruksi, Asuransi Tenaga Kerja Jadi Sorotan Utama dalam FGD

Advertorial

Minimalisir Kecelakaan, Wabup Kukar Dukung Pengadaan Bus Pelajar

Infrastruktur

Komisi III DPRD Kaltim Tinjau Sejumlah Proyek Pembangunan di Samarinda dan Kukar

Advertorial

Pansus RPJMD DPRD Kaltim Minta Pemprov dan Pemda Melakukan Sinkronisasi Program Unggulan

Advertorial

Ketua Bapemperda DPRD Kutim Optimis Empat Raperda Segera Disahkan Menjadi Perda