Home / Advertorial / Pemerintah / Pendidikan-Kesehatan

Jumat, 26 September 2025 - 08:47 WIB

Kepala Disdikbud Kukar Ingatkan Warga Jaga Ketertiban Saat Belimbur

Thauhid Afrilian Noor - Kepala Disdikbud Kukar

Thauhid Afrilian Noor - Kepala Disdikbud Kukar

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Prosesi Belimbur, salah satu rangkaian puncak Erau Adat Kutai, akan kembali digelar pada Minggu, 28 September 2025. Tradisi yang selalu ditunggu-tunggu masyarakat ini bukan sekadar ajang saling siram air, melainkan memiliki makna mendalam.

Belimbur dimaknai sebagai simbol pembersihan diri dari hal-hal buruk sekaligus wujud syukur dan kebersamaan.

Menjelang pelaksanaannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Thauhid Afrilian Noor, mengingatkan masyarakat agar menjaga ketertiban selama prosesi berlangsung.

“Yang terpenting, belimbur harus sesuai titah Sultan. Gunakan air bersih, jangan yang kotor. Pakai gayung, jangan melempar hingga menimbulkan bahaya. Jangan sampai ada tindakan pelecehan atau perbuatan yang tidak dibenarkan,” tegasnya.

Baca Juga :  Disdikbud Kukar Beri Apresiasi dan Dukungan Atas Terselenggaranya Festival Topeng Nusantara

Thauhid mengatakan, area belimbur hanya dibatasi di sepanjang jalur Kepala Benua, mulai dari daerah Mangkurawang, depan Museum Mulawarman Tengah Benua, hingga ke depan Kantor Bupati Kukar, yang dikenal dengan sebutan Buntut Benua.

“Di luar jalur itu tidak diperkenankan. Karena titik utama adalah di Tengah Benua. Jadi masyarakat harus memahami batasannya,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kenyamanan bersama. Menurutnya belimbur merupakan pesta rakyat, bukan ajang untuk berbuat semaunya. Sehingga jika dilaksanakan secara tertib, tentu suasana akan lebih aman dan menyenangkan.

Baca Juga :  Penyegaran dan Penguatan Pelayanan Publik, 19 Pejabat Pemkab Kukar Dilantik

Prosesi Belimbur sendiri dijadwalkan dimulai sekitar pukul 10.00 WITA, setelah air dari Kutai Lama tiba di Tenggarong. Momentum tersebut menjadi tanda resmi dimulainya siram-siraman air antara warga dan peserta prosesi.

Ia berharap masyarakat dapat menikmati tradisi ini dengan penuh suka cita, tanpa mengurangi makna dan keluhuran nilai budaya yang diwariskan.

“Mari kita jaga bersama prosesi belimbur ini, supaya tetap khidmat, meriah, dan menjadi kebanggaan kita semua,” pungkasnya. (adv/disdikbud/kukar)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Wabup Kukar Serahkan Bantuan Untuk Nelayan di Kecamatan Muara Badak, Sejumlah Prioritas Juga Akan Dilakukan

Advertorial

MTQ ke 46 Tingkat Kabupaten Kukar Resmi Dibuka, Ajang Memantapkan Tradisi Prestasi

Advertorial

Anggota DPRD Kutim Tanggapi Permasalahan Proyek Jalan Soekarno Hatta

Advertorial

Kebangpol Kukar Hadiri Sosialisasi Pencegahan Radikalisme dan Terorisme

Hukum - Kriminal

Kasus Kekerasan Anak Dominasi Pengaduan di Kukar, UPTD P2TP2A Tangani 204 Kasus Sepanjang 2025

Advertorial

Anggota DPRD Kutim Sebut Proyek Pengerjaan Jalan Padat Karya Telah Terealisasi

Advertorial

Perkuat Pengawasan dan Legislasi, DPRD Jalin Kerja Sama dengan Kejari Kukar

Advertorial

Komisi IV DPRD Kukar Kunjungi Kutim, Bahas Penanganan Kemiskinan Daerah