Home / Advertorial / Pemerintah / Politik

Rabu, 1 November 2023 - 19:31 WIB

Anggota DPRD Kutim Komitmen Tanggulangi Masalah Anak Putus Sekolah

Abdi Firdaus - Anggota DPRD Kutim

Abdi Firdaus - Anggota DPRD Kutim

KUTAI TIMUR, eksposisi.com – DPRD Kutai Timur (Kutim), Dapil II menggelar kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kutim Tahun 2023 dengan fokus pada penyelenggaraan perlindungan anak. Acara ini berlangsung di BPU Kantor camat Sangatta Selatan, senin (30/10/2023)

Anggota DPRD Kutim, Abdi Firdaus, menyampaikan bahwa dalam acara tersebut, beberapa aspek peraturan daerah dibahas, termasuk isu mengenai anak yang terputus sekolah.

“Pada hari ini, kami membahas beberapa poin, termasuk Perda nomor 3 tahun 2016. Selain membahas perlindungan anak, kami juga memberikan perhatian khusus terhadap kampung melawan,” kata Abdi Firdaus.

Ia berkomitmen secara langsung mengunjungi kampung melawan setelah mendengar adanya anak-anak yang putus sekolah.

Baca Juga :  Komisi I dan II DPRD Kaltim Menggelar RDP Terkait Hibah Lahan Yayasan Masjid Nurul Khoir

“Ketika ada anak yang terputus sekolah, ini menjadi tanggung jawab kami sebagai DPRD, dan kami akan terus memantau kondisi kampung melawan ini,” jelasnya.

Ia menyoroti urgensi Perda ini yang mencakup isu-isu penting seperti kekerasan dalam rumah tangga dan kekerasan seksual.

“Perda ini melibatkan perlindungan hak-hak anak, mengingat banyak kasus dampak kekerasan rumah tangga dan kekerasan seksual terjadi pada anak-anak di bawah umur,”ujarnya.

Ia Firdaus berharap bahwa melalui Perda ini, anak-anak di Kutim akan mendapatkan perlindungan yang lebih baik.

“Kami berharap bahwa peraturan daerah ini dapat menjadikan anak-anak di Kutim lebih aman dan terlindungi,” katanya.

Baca Juga :  Objek Wisata Planetarium Jagad Raya Ditutup Sementara, Dispar Kukar Lakukan Penyesuaian Peralatan

Selain itu, Abdi Firdaus juga mengajukan harapannya kepada Pemerintah Kutim dan dinas terkait untuk lebih intens dalam mensosialisasikan Perda ini, terutama dalam hal pencabulan anak di bawah umur.

“Kami percaya bahwa sosialisasi peraturan daerah, terutama tentang kasus pencabulan anak di bawah umur, masih kurang. Oleh karena itu, kami berharap pemerintah dan dinas terkait akan lebih aktif dalam mensosialisasikan peraturan daerah ini, mengingat kasus pelecehan seksual oleh anggota keluarga sendiri juga perlu mendapatkan perhatian serius,” tutupnya. (adv)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Sekda Kukar Hadiri Penutupan Karya Bhakti dan Gerakan Nasional Ketahanan Pangan 2023

Bisnis

Kaltim akan Bekerjasama dengan Jepang Terkait Pengelolaan Sampah Laut

Advertorial

Dinas PU Kukar Melakukan Perbaikan Jalan Antar Desa di Kecamatan Tenggarong Seberang

Advertorial

Asisten I Setkab Kukar Pimpin Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah 2025

Advertorial

Pemkab Kukar Hadiri Rapat Kerja Daerah Terkait Percepatan Penurunan Stunting

Advertorial

Anggota DPRD Kutim Soroti Isu Perumahan dan Kebijakan Pembangunan

Advertorial

Bupati Kukar Meresmikan Posyandu Desa Teluk Dalam dan Bersilaturahmi Bersama Masyarakat

Hukum - Kriminal

Kejati Kaltim Gelar Duta Pelajar Sadar Hukum Tuna Daksa di Kukar