KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Rencana Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) membuka seleksi Direktur Utama PT Kukar Sejahtera Dambaan Etam (KSDE) mendapat sorotan dari DPRD Kukar.
Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, menegaskan bahwa proses rekrutmen harus benar-benar mengedepankan profesionalisme. Menurutnya, KSDE merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak di sektor minyak dan gas.
Karena itu, calon direktur utama yang akan dipilih harus memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang tersebut.
“KSDE ini bisnis daerah, fokus di migas. Maka harus ada profesionalisme yang tinggi. Tidak boleh sembarangan, apalagi kalau orang yang tidak berpengalaman. Harus ada ahli migas di situ,” tegasnya.
Ia mengatakan, dengan besarnya modal yang dikelola, Pemkab Kukar tidak boleh mengambil risiko menunjuk orang yang tidak tepat. Ahmad Yani mengingatkan agar seleksi benar-benar bebas dari kepentingan politik.
“Yang kita harap bukan tim sukses yang jadi direktur, tapi orang profesional yang bisa mengelola BUMD. Jangan sampai ada nepotisme atau keberpihakan. Kalau perlu dilakukan perekrutan secara terbuka, bahkan tidak hanya lokal tapi bisa skala nasional,” ujarnya.
Ahmad Yani juga menekankan pentingnya melibatkan DPRD dalam proses penilaian dan persetujuan calon direktur utama. Hal itu sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Seharusnya memang ada pendapat DPRD. Kalau calon dianggap layak, tentu DPRD bisa menyetujui. Tapi kalau tidak, ya bisa kita tolak. Jadi ini bukan sekadar formalitas, tapi mekanisme yang wajib dijalankan,” katanya.
Ia menyebut, jika memang ada kebutuhan dan tidak ada tenaga ahli dalam negeri yang memadai, Pemkab Kukar juga terbuka untuk mencari kandidat dari luar negeri.
“Intinya jangan asal-asalan. Kalau ada orang daerah yang mampu tentu kita dukung. Tapi kalau tidak ada, ya bisa dari nasional, bahkan luar negeri. Yang penting harus profesional dan mampu mengembangkan BUMD kita,” pungkasnya. (adv/dprd/kukar)










