Home / Olahraga dan Kesehatan / Pemerintah

Jumat, 17 April 2026 - 18:19 WIB

Kukar Kekurangan Tenaga Medis, Aktivasi RSUD AMI Muara Badak Terkendala SDM

Arianto - Plt Kepala BKPSDM Kukar (Latif/Eksposisi)

Arianto - Plt Kepala BKPSDM Kukar (Latif/Eksposisi)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Kebutuhan tenaga medis di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) masih menjadi persoalan utama dalam penguatan layanan kesehatan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) kukar bahkan menghadapi tantangan serius saat berencana mengoperasikan rumah sakit baru di wilayah Muara Badak.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kukar, Arianto, menyebutkan bahwa dibandingkan sektor lain, kekurangan paling mencolok saat ini terjadi pada tenaga medis.

“Sekarang yang kurang itu tenaga medis. Kalau guru relatif masih dalam penataan,” ujarnya pada Kamis (16/04/2026).

Arianto menegaskan bahwa kekurangan tenaga medis sudah jelas dan mendesak untuk segera ditangani.

Salah satu tantangan terbesar muncul saat Pemkab Kukar berencana mengoperasikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aji Muhammad Idris (AMI) di Kecamatan Muara Badak. Fasilitas kesehatan tersebut membutuhkan sumber daya manusia dalam jumlah besar.

Baca Juga :  Cegah Abrasi, Otorita IKN Tanam 500 Mangrove di Pantai Tanah Merah

“Kalau kita mau mengaktifkan rumah sakit di Muara Badak itu, kurang lebih membutuhkan 300 orang tenaga,” ungkapnya.

Tenaga yang dibutuhkan mencakup dokter, perawat, bidan, hingga tenaga administrasi. Namun upaya pemenuhan melalui pergeseran tenaga dari fasilitas kesehatan lain tidak memungkinkan dilakukan.

Hal ini disebabkan karena layanan kesehatan di Kukar, khususnya puskesmas, telah menerapkan pelayanan 24 jam yang membutuhkan jumlah tenaga medis memadai di setiap unit.

“Kita sudah coba inventarisir tenaga medis yang bisa digeser, ternyata tidak cukup. Karena puskesmas kita sudah 24 jam, jadi tidak bisa dikurangi,” katanya.

Atas kondisi tersebut, Pemkab Kukar telah melaporkan kebutuhan ini ke pemerintah pusat, khususnya kepada Kementerian PAN-RB dan Badan Kepegawaian Negara.

Baca Juga :  Dispora Apresiasi Turnamen Futsal KNPI Kukar Cup 2025, Wujud Nyata Program Kolaborasi Pengembangan Pemuda

Langkah ini dilakukan agar pemerintah daerah dapat membuka formasi baru untuk tenaga medis, khususnya dalam rangka mendukung operasional rumah sakit di Muara Badak.

“Kita sudah koordinasi ke pusat untuk membuka penerimaan tenaga medis ini,” ujarnya.

Namun demikian, proses rekrutmen tidak bisa dilakukan secara leluasa. Pemerintah daerah masih harus menyesuaikan dengan kebijakan nasional terkait pembatasan pengangkatan pegawai.

Pihaknya akan mengupayakan agar kebutuhan tenaga medis bisa dipenuhi melalui skema yang memungkinkan, dengan prioritas pada status aparatur sipil negara.

Ia menekankan, pemenuhan sumber daya manusia menjadi kunci utama sebelum rumah sakit di Muara Badak dapat dioperasikan secara optimal.

“Intinya, kalau rumah sakit itu mau aktif, kita harus menambah tenaga medis. Tanpa itu, pelayanan tidak akan berjalan maksimal,” pungkasnya. (ltf/fdl)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Ratusan Siswa dan Guru di Kukar Ikuti Lomba Gerak Jalan Pelajar Idaman Peringatan Hardiknas

Advertorial

877 ASN dan Non ASN di Setkab Kukar akan Menerima Bingkisan Idul Fitri

Advertorial

Jembatan Desa Sedulang Sudah Bisa Digunakan Masyarakat, Kini Lebarnya 4 Meter

Advertorial

Kepala DPMD Membuka Rakor TP PKK Kukar ke-52, Jalin Koordinasi Jalankan Program

Advertorial

Investor Malaysia Lirik Sektor Pertanian, Pemkab Kukar Pastikan akan Mengawal Investasi yang Masuk

Pemerintah

Polemik Rekrutmen Pegawai RSUD Aji Muhammad Idris Muara Badak, Transparansi dan Prioritas Lokal Dipersoalkan

Advertorial

Rapat Terkait Target Realisasi Anggaran, Pjs Bupati Kutim Tegaskan Perlunya Evaluasi

Advertorial

Bupati Kukar Edi Damansyah Luncurkan Buku Kedua Berjudul Mengayuh Waktu Membangun Kukar