Home / Ekonomi / Finansial / Olahraga dan Kesehatan / Pemerintah

Selasa, 10 Maret 2026 - 13:10 WIB

Nakes RSUD AM Parikesit Protes Karena Pendapatan Berkurang, Manajemen: Ada Penyesuaian Regulasi Baru

Martina Yulianti - Plt Direktur RSUD AM Parikesit (Latif/Eksposisi)

Martina Yulianti - Plt Direktur RSUD AM Parikesit (Latif/Eksposisi)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Penyesuaian komponen pendapatan bagi tenaga kesehatan (nakes) di RSUD Aji Muhammad Parikesit (AM Parikesit) Tenggarong Seberang menjadi perhatian sejumlah pegawai.

Namun pihak manajemen menegaskan, kondisi tersebut bukan merupakan aksi protes, melainkan hanya bentuk klarifikasi dari pegawai terkait perubahan mekanisme pendapatan.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD AM Parikesit, Martina Yulianti, menjelaskan bahwa para pegawai hanya datang untuk menanyakan perubahan yang terjadi pada komponen pendapatan mereka.

Ia menjelaskan bahwa perubahan tersebut terjadi karena rumah sakit harus menyesuaikan dengan regulasi yang berlaku. Dalam sistem pendapatan aparatur sipil negara (ASN), terdapat beberapa komponen seperti gaji, Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), serta jasa pelayanan yang khusus ada di rumah sakit. Martina mengatakan, gaji diterima sesuai status pegawai, baik ASN maupun PPPK.

Sementara TPP berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan terdiri dari dua komponen utama, yakni 40 persen dari kehadiran atau absensi dan 60 persen dari produktivitas kerja atau kinerja.

Baca Juga :  Distransnaker Kukar Menggelar Sosialisasi Pembekalan Sensivitas Disabilitas

Di sisi lain, jasa pelayanan berasal dari pendapatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang juga berbasis pada kinerja, seperti merawat atau memeriksa pasien.

Menurutnya, pada praktik sebelumnya terdapat potensi tumpang tindih karena komponen produktivitas kerja dalam TPP dan jasa pelayanan sama-sama dihitung berdasarkan aktivitas kerja yang sama.

“Regulasi yang kita ketahui, baik dalam Peraturan Bupati maupun dari Kementerian Dalam Negeri, menyebutkan bahwa satu kinerja itu tidak seharusnya dibayarkan dari dua sumber,” kata Martina Yulianti pada Selasa (10/3/2026),

Ia menjelaskan bahwa, ketentuan tersebut dipertegas dalam Peraturan Bupati Kutai Kartanegara Nomor 12 Tahun 2024 tentang TPP. Pada Pasal 5 disebutkan bahwa pegawai yang menerima TPP secara penuh, yang mencakup disiplin kerja dan produktivitas kerja, tidak lagi menerima jasa pelayanan.

Sejak aturan tersebut berlaku, manajemen rumah sakit harus menyesuaikan sistem pembayaran pendapatan pegawai. Selain itu, hal ini juga menjadi perhatian auditor agar penerapannya sesuai dengan regulasi.

Untuk mengakomodasi kondisi tersebut, pegawai diberikan pilihan terkait komponen pendapatan yang akan diterima.

Baca Juga :  DPRD Kaltim Menggelar Paripurna ke-28, Wakil Ketua DPRD Berharap Wakil Rakyat Tingkatkan Kinerja

“Kalau dihitung lebih besar jasa pelayanan ditambah komponen disiplin kerja, maka dia bisa memilih jasa pelayanan. Namun kalau ternyata lebih besar TPP, maka dia memilih TPP,” katanya.

Ia menegaskan, keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan masing-masing pegawai dan bukan ditentukan oleh manajemen rumah sakit.

Ia juga menyebut bahwa sosialisasi mengenai perubahan tersebut sebenarnya telah beberapa kali disampaikan, baik melalui apel maupun edaran sebelum pembayaran jasa pelayanan bulan ini.

Meski demikian, ia memahami jika sebagian pegawai merasa kaget karena sebelumnya masih memungkinkan menerima kedua komponen tersebut.

Menurutnya, perubahan tersebut merupakan masa transisi dalam penerapan regulasi baru yang harus dipatuhi oleh seluruh pihak.

Ia menegaskan bahwa manajemen tidak melakukan pemotongan pendapatan, melainkan hanya menyesuaikan dengan aturan yang berlaku.

“Memang tidak enak ketika pendapatan turun, itu pasti terasa bagi siapa pun. Tapi ini bukan karena kami ingin mengurangi, melainkan semata-mata mengikuti regulasi,” pungkasnya. (ltf/fdl)

Share :

Baca Juga

Infrastruktur

Camat Muara Kaman Sebut Pemekaran Wilayah Tinggal Tunggu Kesepakatan Desa Sedulang yang Menuntut Pemerataan Pembangunan

Advertorial

Anggota DPRD Kaltim Sebut Pentingnya Transparansi Dalam Penyaluran Beasiswa

Advertorial

Bupati Kukar Serahkan Bantuan untuk Relawan Balakarcana Sangaji Tangani Karhutla

Advertorial

Pemkab Kutim Suguhkan Hiburan Berkelas di Pentas Seni Kebudayaan, Kuliner, dan Adat Nusantara

Advertorial

Pjs Bupati Kutim Ikuti Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Bahas Program Kabinet Merah Putih

Hukum - Kriminal

Bawaslu Nyatakan KPU Kaltim Langgar Administrasi Pemilu

Advertorial

Disdikbud Kukar Gaungkan Gerakan Sekolah Sehat, Cerdas dan Berkarakter

Advertorial

Anggota DPRD Kutim Ungkapkan Keprihatinannya Terkait Kendala Pelayanan Kesehatan