Home / Bisnis / Ekonomi / Finansial

Selasa, 24 Maret 2026 - 19:24 WIB

Objek Wisata Jadi Salah Satu Pemicu Perputaran Ekonomi Daerah, Pedagang Souvenir di Kawasan Museum Mulawarman Raup Untung Saat Lebaran

Pedagang souvenir khas Kalmantan di kawasan Museum Mulawarman (Latif/Eksposisi)

Pedagang souvenir khas Kalmantan di kawasan Museum Mulawarman (Latif/Eksposisi)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Libur Hari Raya Idul Fitri 1447H/2026M tidak hanya menjadi momentum rekreasi, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi di kawasan wisata edukasi seperti Museum Mulawarman. Di tengah fluktuasi jumlah kunjungan, pelaku usaha mikro tetap merasakan dampak positif dari pergerakan wisatawan.

Kawasan sekitar museum, khususnya di bagian belakang, menjadi salah satu titik perputaran ekonomi kecil yang cukup aktif. Para pedagang souvenir memanfaatkan momen libur panjang untuk menawarkan berbagai produk khas daerah kepada wisatawan yang datang bersama keluarga.

Salah satu pedagang, Muhammad Rusdi, mengungkapkan bahwa meskipun jumlah pengunjung tidak setinggi tahun sebelumnya, transaksi penjualan tetap mengalami peningkatan selama periode Lebaran.

“Saya berdagang souvenir di belakang museum dan sudah berjualan kurang lebih 20 tahun di sini,” ujarnya pada Selasa (24/03/2026).

Menurutnya, karakter pengunjung saat libur Lebaran cenderung lebih konsumtif, terutama dalam membeli oleh-oleh sebagai buah tangan. Hal ini berdampak langsung terhadap peningkatan omzet harian yang ia peroleh.

Baca Juga :  Pemdes Batuah Maksimalkan Pendapatan dengan Melakukan Pendataan dan Pencatatan Aset

“Kalau hari biasa sekitar Rp200 ribuan, namun selama Lebaran bisa mencapai Rp600 ribu sampai Rp700 ribu per hari,” ungkapnya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa pola belanja wisatawan tidak selalu sejalan dengan jumlah kunjungan. Meski secara kuantitas pengunjung disebut menurun, kualitas transaksi justru meningkat karena kebutuhan belanja yang lebih tinggi.

Produk yang ditawarkan pun beragam, mulai dari aksesoris seperti gelang dan cincin, hingga produk tekstil khas daerah seperti kain ulap doyo dan songket. Selain itu, pakaian bermotif khas Kalimantan Timur menjadi salah satu incaran utama pembeli.

“Yang paling laku selama Lebaran ini baju motif Kaltim, terutama baju anak-anak yang satu set dengan celananya,” jelasnya.

Harga yang relatif terjangkau juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Dengan kisaran mulai dari puluhan ribu rupiah, pengunjung dapat membawa pulang souvenir khas daerah tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.

Baca Juga :  Pemkab Kukar Gelar Pasar Murah untuk Menjaga Stabilitás Pangan

Meski demikian, Rusdi tidak menampik adanya penurunan daya beli dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menilai kondisi ekonomi dan kebijakan anggaran turut memengaruhi jumlah pembelian, terutama dari kalangan tertentu.

“Mungkin karena pengurangan anggaran, terutama dari pembeli seperti ASN yang biasanya membeli untuk keluarga,” katanya.

Ke depan, para pelaku UMKM berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah daerah untuk mengoptimalkan potensi kawasan wisata, khususnya dalam aspek promosi dan penataan lokasi penjualan.

“Harapan saya kepada pemerintah, semoga bisa membantu dalam hal promosi, terutama mengenalkan bahwa di belakang museum ada penjual souvenir dengan harga yang murah dan terjangkau,” pungkasnya. (ltf/fdl)

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Hadapi PHK Massal 700 Pekerja, Pemkab Kukar Siapkan Pelatihan hingga Kredit Tanpa Bunga

Bisnis

Carrageenan: Sustainability From Farm to Table

Bisnis

Ketua DPRD Kukar Dukung Pasar Ramadan yang Dipusatkan di Kawasan Tangga Arung Square

Bisnis

Wujudkan Penambangan Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan, PT MHU Gelar Seminar Implementasi Good Mining Practice

Bisnis

DPRD Kukar Siapkan Revisi Perda Tarif Sewa Tangga Arung Square

Bisnis

Warga Timbau Tolak Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Lapangan Sepak Bola

Ekonomi

Bupati Kukar Berkomitmen Memperkuat Pondasi Ekonomi Masyarakat Melalui Sektor Pertanian Terpadu

Advertorial

Pelantikan Pengurus Dekranasda Kukar, Bupati Dorong Penguatan Hulu hingga Ekspor Produk Kerajinan