KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam rangka studi pengelolaan dan pengembangan komoditas kratom, pada Kamis (16/04/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Eksekutif Kantor Bupati Kukar dan dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kukar.
Kunjungan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kaltara, Hery Rudiyono, bersama rombongan yang terdiri dari unsur legislatif, DPRD, serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Kaltara.
Hery Rudiyono menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan penugasan langsung dari Gubernur Kalimantan Utara untuk menjajaki peluang kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, baik dalam skema government to government (G2G) maupun business to business (B2B).
“Tujuannya adalah menjajaki peluang kerjasama antara Pemprov Kaltara dengan Pemkab Kukar baik itu G2G maupun B2B,” ujarnya.
Menurutnya, pengembangan komoditas kratom diharapkan mampu menjadi peluang usaha baru bagi petani dan pekebun di Kalimantan Utara, seiring dengan meningkatnya permintaan pasar terhadap komoditas tersebut.
Selain itu, Hery juga mengungkapkan alasan dipilihnya Kutai Kartanegara sebagai lokasi studi banding, mengingat daerah tersebut dinilai telah lebih dahulu mengembangkan komoditas kratom secara masif.
“Mudah-mudahan nanti dalam waktu tidak terlalu lama ini bisa kita tingkatkan menjadi kerja sama yang lebih konkret,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa potensi kratom di Kalimantan Utara sebenarnya cukup besar dan tersebar di sejumlah wilayah, khususnya daerah pasang surut seperti Malinau, Tana Tidung, Nunukan, dan Bulungan.
Namun demikian, pengelolaan komoditas tersebut di Kaltara masih belum optimal karena masih tergolong baru dan belum terorganisir secara maksimal.
“Cuma memang belum dikelola dengan baik, karena ini masih baru bagi kami. Jadi kami tidak mau kehilangan waktu, kalau ada peluang kenapa harus besok, hari ini kami langsung kunjungan,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, menyambut baik kunjungan dari Pemprov Kaltara yang dinilai sebagai langkah awal untuk memperkuat sinergi antar daerah dalam pengembangan komoditas unggulan.
Ia menyebutkan bahwa Kutai Kartanegara saat ini memiliki potensi kratom yang cukup besar, baik dari sisi jumlah petani maupun kapasitas produksi yang telah menembus pasar ekspor.
Berdasarkan data yang dimiliki Pemkab Kukar, jumlah petani kratom di daerah tersebut telah mencapai sekitar 12.000 orang dengan produksi yang pernah mencapai 200 hingga 300 ton per bulan.
Menurutnya, peluang kerja sama ini sangat terbuka, terlebih selama ini distribusi kratom dari Kaltara masih banyak mengarah ke Kalimantan Barat, sehingga ke depan dapat dialihkan melalui kerja sama dengan Kukar.
“Kita menyambut baik rencana kerja sama ini dan mudah-mudahan bisa segera kita realisasikan, sehingga manfaat yang kita dapatkan dari kerja sama ini juga bisa meningkatkan pendapatan asli daerah kita,” pungkasnya. (ltf/fdl)









