Home / Advertorial / Pemerintah

Jumat, 14 April 2023 - 15:18 WIB

Pemdes Giri Agung Maksimalkan Peran BUMDes untuk Mengelola Sektor Pertanian

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Desa Giri Agung, Kecamatan Sebulu, Kutai Kartanegara (Kukar) memiliki potensi unggulan di sektor pertanian padi sawah. Kemudian diikuti dengan kelapa sawit, buah kelapa, juga sektor peternakan sapi dan kambing.

Kepala Desa Giri Agung, Supriyadi, mengatakan, pihaknya memaksimalkan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk mengelola sektor pertanian padi sawah. Terutama, dalam pengelolaan hilirisasi. Dalam setahun, hasil pertanian padi sawah di Desa Giri Agung bisa mencapai 900 ton.

“Kami sudah bisa dikatakan sebagai desa mandiri. Sebab, sudah dapat menghasilkan beras secara mandiri, akan tetapi masih dikelola oleh swasta. Kami juga sudah mengsupply kebutuhan daerah lain dan perusahaan-perusahaan besar di wilayah Sebulu,” ujar Supriyadi.

Baca Juga :  Program UMKM Efektif, Wabup Kukar Rendi Solihin Raih Penghargaan Tokoh Pemberdayaan Ekonomi Kreatif 2024

Namun, saat ini BUMDes Giri Agung sudah dilengkapi berbagai infrastruktur untuk pengolahan hilirisasi pertanian. Bahkan, pada Januari 2023 lalu, lumbung pangan dan lantai jemur telah diresmikan bersamaan dengan pembangunan gudang dan Rice Milling Unit (RMU).

BUMDes Giri Agung juga menjadi satu-satunya di Kecamatan Sebulu yang sudah terintegrasi langsung perizinannya dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes-PDTT) dan Kemenkumham. Tentu secara resmi telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) untuk sistem pengolahan perdagangannya.

Baca Juga :  Anggota DPRD Kaltim Dorong Rencana Strategis untuk Memastikan Pertumbuhan dan Keberlanjutan Industri Pariwisata

Oleh sebab itu, Pemerintah Desa (Pemdes) berencana membuat program yang didalamnya sektor pertanian seluruhnya dikelola oleh BUMDes, yang bersinergi dengan Badan Usaha Logistik (Bulog) untuk pengendalian harga berasnya.

“Sehingga, petani akan mendapatkan harga yang sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). Saat musim panen harga juga tidak jatuh ataupun tinggi. Program ini akan segera kita lakukan setelah lebaran,” tutupnya. (adv)

Share :

Baca Juga

Bisnis

Sejumlah Kebutuhan Pokok Melonjak, Disperindag Kukar Tunggu Respon Pemerintah Pusat

Pemerintah

Sejumlah Sapi di Kukar Sempat Terjangkit Virus Jembrana, Distanak Pastikan Sudah Berhasil Tertangani

Pemerintah

Satu Tahun Kepemimpinan Aulia-Rendi, Kukar Perkuat Fondasi Menuju Pusat Pangan, Pariwisata dan Industri Hijau

Infrastruktur

Taman Ulin Tenggarong Tak Terawat Karena Terkendala Anggaran, Warga Keluhkan Kebersihan dan Fasilitas

Advertorial

Anggota DPRD Kutim Ungkapkan Pembangunan Bandara Baru Terkendala Perizinan

Pemerintah

Hingga Januari Capaian Vaksinasi di Kukar 70 Persen Lebih

Advertorial

Pj Kepala Desa Sumber Rejo Resmi Dilantik, Wilayah Baru Hasil Pemekaran Desa Bangun Rejo

Advertorial

Bupati Kukar Kunjungi Kelompok Tani Holtikultura di Desa Sumber Sari