Home / Advertorial / Pemerintah

Kamis, 18 Juli 2024 - 19:20 WIB

Pemerintah Kecamatan Sebulu Dukung Pembangunan Jembatan yang Lama Dinanti Masyarakat

Edy Fahruddin - Camat Sebulu

Edy Fahruddin - Camat Sebulu

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Pemerintah Kecamatan Sebulu mendukung penuh pembangunan jembatan di wilayahnya. Camat Sebulu Edy Fahruddin menyampaikan bahwa keberadaan jembatan tersebut telah lama menjadi dambaan warga Sebulu yang selama ini harus menggunakan kapal penyeberangan untuk menuju Sebulu.

“Saya bersyukur Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) akhirnya mewujudkan mimpi tersebut,” ujar Edy Fahruddin.

Pembangunan jembatan Sebulu diperkirakan memakan waktu sekitar dua tahun, dimulai pada tahun 2024 dan rampung pada akhir 2025. Total alokasi anggaran sebesar Rp700 miliar akan digelontorkan selama dua tahun.

Pada tahap pertama, pengerjaan difokuskan pada pembangunan jalan pendekat penghubung jembatan di Desa Sebulu Modern. Panjang jalan pendekat tersebut sekitar 2,8 kilometer dan ditargetkan selesai pada Desember 2024.

Baca Juga :  Apel Gabungan HUT ke-54 Korpri, Pemkab Kukar Tekankan Penerapan Manajemen Talenta ASN

Pada tahun 2025, pembangunan dilanjutkan dengan konstruksi fisik jembatan yang memiliki total panjang 915 meter dan badan jembatan sekitar 270 meter.

“Semoga pengerjaan berjalan cepat, mengingat pembangunan jembatan Sebulu berada dalam pengawasan KPK,” katanya.

Menurutnya, keberadaan jembatan penghubung ini akan berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Lalu lintas diharapkan meningkat, terutama karena Kecamatan Sebulu menjadi salah satu akses penghubung ke Kecamatan Muara Kaman dan Kabupaten Kutai Timur, khususnya Kecamatan Muara Bengkal dan Muara Ancalong.

Baca Juga :  Pengerjaan Landmark Menara Tuah Himba Ditargetkan Selesai Desember 2023

“Transportasi pertanian, UMKM sekitar, dan lintas transportasi antar kabupaten akan diuntungkan. Semoga ekonomi di Sebulu semakin berkembang,” jelasnya.

Namun, hadirnya jembatan ini juga akan berdampak pada usaha jasa penyewaan kapal feri penyeberangan. Edy mengakui hal tersebut dan menyarankan agar pelaku usaha penyeberangan mulai mempersiapkan jenis usaha baru sehingga ketika jembatan selesai dibangun, mereka memiliki usaha lain.

“Mereka mungkin perlu mengubah mindset dan membuka usaha lain, seperti usaha properti atau perdagangan,” pungkasnya. (adv/diskominfo/kukar/361)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Anggota DPRD Kutim MInta Pemkab Prioritaskan Dukungan di Sektor Pertanian

Advertorial

Sekda Buka Rembuk Stunting Garapan DPPKB Kukar

Advertorial

Anggota DPRD Kaltim Upayakan Mencari Solusi Terkait Sengketa Lahan yang Marak Terjadi di Masyarakat

Advertorial

Dispar Sukses Fasilitasi Himpunan Mahasiswa Kukar di Kota Malang Membuat Pegelaran

Advertorial

Bupati Kukar Ingin Berkomitmen Memberikan Kesejahteraan Bagi Nakes untuk Meningkatkan Pelayanan Kesehatan

Advertorial

Rakorda Diskominfo Kaltim Dianggap Penting untuk Menyatukan Program antar Daerah

Advertorial

Disdikbud Kukar Pastikan PPDB 2025 Gratis, Sekolah Tak Boleh Jual Buku dan Seragam

Advertorial

Silaturahmi Bersama Masyarakat, Bupati Kukar Safari Subuh di Kerahan Bukit Biru