Home / Advertorial / Pemerintah

Jumat, 18 April 2025 - 19:48 WIB

Pemkab Kutai Kartanegara Kaji Ulang Rencana Rehabilitasi Jembatan Besi Tenggarong

Peninjauan Jembatan Besi Tenggarong

Peninjauan Jembatan Besi Tenggarong

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Bupati Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah bersama Sekda Kukar dan Kepala Dinas PU Kukar Wiyono melakukan peninjauan ulang terhadap rencana rehabilitasi Jembatan Besi serta alternatif-alternatif yang sebelumnya telah direncanakan, kegiatan ini berlangsung di Kawasan Jembatan Besi Tenggarong, pada Jumat (18/4/2025).

Usai meninjau, dalam arahannya, Bupati menyampaikan bahwa pada awalnya Dinas PU merancang kegiatan rehabilitasi jembatan tersebut. Namun, setelah dikaji lebih lanjut, perencanaan tersebut belum dilakukan secara komprehensif dan hanya menitikberatkan pada aspek teknis semata.

“Aspek sosial dan historis belum dikaji secara lengkap, sehingga memunculkan fenomena pro dan kontra di tengah masyarakat,”ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Pemkab Kukar menyatakan komitmennya untuk menjaga aspek historis, terutama bangunan yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya di Tenggarong dan sekitarnya,” ujarnya.

Disampaikannya bahwa pemerintah pun mengapresiasi peran serta masyarakat dalam memberikan kontrol terhadap pembangunan.

Baca Juga :  MAN 2 Tenggarong Dideklarasikan Sebagai Sekolah Ramah Anak, Upaya Penguatan Lingkungan Pendidikan yang Aman

Dikatakannya, sebagai langkah responsif, pemerintah melakukan kaji ulang terhadap rencana rehabilitasi Jembatan Besi.

“Berdasarkan hasil kajian, disepakati bahwa pembangunan jembatan baru akan dilakukan, namun dengan pergeseran lokasi sekitar 100 meter dari Jembatan Besi yang ada, yakni lurus dari Jalan Danau Semayang ke Jalan Monumen Barat,” ucapnya.

Edi menyebutkan, pergeseran lokasi ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan infrastruktur dan arus lalu lintas yang semakin padat di Tenggarong.

“Pemerintah menyadari bahwa pertumbuhan kendaraan tidak diimbangi dengan penambahan infrastruktur jalan atau jembatan, yang menyebabkan kemacetan, terutama di pagi hari,” katanya.

Selain pembangunan jembatan, perluasan beberapa ruas jalan juga menjadi prioritas. Namun, Bupati mengingatkan agar Dinas PU memperhatikan persoalan teknis di lapangan, seperti genangan air yang masih sering terjadi meski jalan sudah diperlebar dan diaspal.

Baca Juga :  Seleksi Pramuka Garuda Kukar Dibagi Dua Tahap, Pengukuhan Dijadwalkan November 2026

Bupati Edi Damansyah juga menegaskan bahwa meskipun perencanaan dan pengawasan dilakukan oleh konsultan, Dinas PU tetap harus berperan aktif melalui aparatur sipilnya dalam menyusun rancangan awal.

“Hal ini penting agar konsultan memiliki kisi-kisi yang sesuai dengan rencana besar pemerintah daerah,” tambahnya

Dilanjutnya, pengalaman dalam perencanaan awal Jembatan Besi, yang dinilai terlalu dominan dikerjakan oleh konsultan tanpa memperhatikan aspek sosial dan historis, dijadikan pelajaran penting agar tidak terulang kembali pada proyek-proyek berikutnya.

“Pemerintah kini lebih terbuka dan transparan terhadap kontrol masyarakat dan mengajak semua pihak untuk berkolaborasi dalam pembangunan,” lanjutanya.

“Saya juga meminta agar proses pergeseran lokasi jembatan ini disosialisasikan kepada masyarakat melalui camat dan tokoh-tokoh setempat,” pungkasnya. (adv/diskominfo/kukar)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Sosialisasikan Anti Korupsi, Pemkab Kutim Gandeng KPK RI

Advertorial

Disdikbud Kutim Terus Berupaya Tingkatkan Daya Tampung Pendidikan

Advertorial

Anggota DPRD Soroti Pemerataan Pembangunan Infrastruktur di Kaltim

Pemerintah

Stok Pangan Aman Hingga Akhir 2026, Pemkab Kukar Siapkan Bantuan Beras Bagi Petani yang Gagal Panen karena Kemarau

Advertorial

Dinas PU Kukar Akan Kerjakan Proyek Besar di Awal Tahun 2024

Advertorial

Kukar Sabet Juara Tiga di PKD Kaltim 2025, Tampilkan Lesong untuk Baham dan Gambus

Advertorial

Kelurahan Melayu Mendirikan Bank Sampah agar Menjadi Sesuatu yang Menghasilkan

Advertorial

SMPN 6 Tenggarong Sudah Mendaftar Untuk Jalankan Kurikulum Muatan Lokal Bahasa Kutai