KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Program Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) di Kutai Kartanegara (Kukar) masih masuk dalam penganggaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar pada 2026.
Namun, pelaksanaan program tersebut mengalami kendala setelah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menghentikan sejumlah kejuaraan nasional yang diikuti atlet PPLP.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, mengatakan program PPLP di Kukar pada tahun-tahun sebelumnya berjalan lancar. Memasuki 2026, program tersebut juga sebenarnya masih disiapkan dan telah masuk dalam anggaran Dispora.
Menurutnya, kondisi keuangan yang terjadi tidak hanya dirasakan pemerintah daerah, tetapi juga pemerintah pusat. Kondisi tersebut kemudian berdampak pada pelaksanaan sejumlah program olahraga, termasuk kejuaraan yang menjadi wadah bagi atlet-atlet PPLP untuk berkompetisi.
Ali menjelaskan, Kemenpora kemudian mengeluarkan surat edaran yang menghentikan kejuaraan-kejuaraan yang sifatnya diikuti oleh atlet PPLP. Kebijakan tersebut menjadi dasar bagi daerah untuk menyesuaikan aktivitas pembinaan atlet yang berada di bawah program PPLP.
“Di 2026 PPLP itu tetap teranggarkan sebenarnya dengan Dispora. Tapi karena kondisi keuangan kita ini, sampai dengan pusat itu juga dalam kondisi tidak baik-baik saja, sehingga dari Kemenpora mengeluarkan surat edaran menghentikan semua kejuaraan-kejuaraan yang sifatnya untuk diikuti oleh PPLP,” ujar Aji Ali Husni pada Senin (21/9/2026).
Dengan adanya kebijakan tersebut, Aji mengatakan daerah-daerah di Indonesia turut menyesuaikan pelaksanaan PPLP. Atlet-atlet yang sebelumnya menjalani pembinaan melalui program tersebut untuk sementara tidak dapat mengikuti berbagai kejuaraan nasional yang menjadi bagian dari agenda PPLP.
Meski demikian, Dispora Kukar tetap membuka ruang bagi atlet usia pelajar untuk menjalani pembinaan dan berkompetisi melalui berbagai kegiatan olahraga yang diselenggarakan di daerah.
Aji Ali menyebut setiap event yang dilaksanakan Dispora Kukar tetap memberikan ruang bagi kelompok usia tertentu. Kelas usia tersebut menjadi salah satu sarana bagi atlet muda untuk mempertahankan kesempatan berlatih dan bertanding sesuai cabang olahraga masing-masing.
Menurutnya, sejumlah kegiatan yang telah dilaksanakan Dispora juga menerapkan kategori usia. Salah satunya pada cabang olahraga atletik, khususnya nomor lari, serta turnamen bulu tangkis yang turut menyediakan kelas usia bagi peserta.
“Sebenarnya kalau programnya di setiap event yang kita laksanakan, pasti kita buka kelas usia. Kelas usia ini kan adanya di PPLP. Jadi itu semua kita buka, kayak lari itu ada kelas usianya, kemudian kita mengadakan bulu tangkis kemarin, kelas usianya ada,” jelasnya.

Melalui pola tersebut, Aji Ali memastikan atlet-atlet usia pelajar di Kukar tetap memiliki kesempatan untuk mengikuti kompetisi di tingkat daerah.
Dispora juga terus membuka ruang pembinaan melalui berbagai kegiatan yang disesuaikan dengan cabang olahraga masing-masing.
Namun, ruang kompetisi tersebut saat ini belum dapat menggantikan agenda kejuaraan nasional yang sebelumnya menjadi bagian penting dalam program PPLP. Atlet Kukar masih harus menunggu kembali dibukanya kompetisi nasional bagi atlet PPLP.
Aji Ali menegaskan, penghentian tersebut bukan berarti kesempatan atlet muda untuk beraktivitas dan berkompetisi sepenuhnya tertutup. Dispora Kukar tetap berupaya menyediakan agenda olahraga dengan kategori usia agar proses pembinaan atlet tetap berjalan.
“Hanya saja mereka saat ini tidak bisa mengikuti kejuaraan nasional, karena memang kejuaraan nasionalnya semuanya dihentikan seperti itu,” pungkasnya. (ltf/fdl)










