Home / Pemerintah / Peristiwa

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:53 WIB

Puncak Kemarau Agustus, BPBD Kukar Catat 36 Kebakaran hingga 12 Agustus

Aspianur Sandi - Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kutai Kartanegara (Latif/Eksposisi)

Aspianur Sandi - Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kutai Kartanegara (Latif/Eksposisi)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Kartanegara (Kukar) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah puncak musim kemarau yang diprediksi terjadi pada Agustus 2026. BPBD Kukar mencatat peningkatan signifikan pada Agustus. Hingga 12 Agustus 2026, tercatat sebanyak 36 kejadian kebakaran sepanjang bulan berjalan.

Sekretaris BPBD Kukar, Aspianur Sandi, mengatakan prediksi tersebut mengacu pada informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang disampaikan dalam rapat koordinasi bersama pihak Ibu Kota Nusantara (IKN), BMKG, dan BPBD.

“Perkembangan musim kemarau dimulai dari 8 Agustus. Ini data dari BMKG. Diperkirakan puncaknya di bulan Agustus,” kata Aspianur Sandi pada Rabu (12/8/2026).

Menurutnya, kondisi kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga Oktober. Setelah itu, intensitas kemarau mulai berangsur menurun pada November dan Desember.

Aspianur menjelaskan, kondisi tersebut turut meningkatkan potensi terjadinya kebakaran. Berdasarkan kompilasi laporan dari berbagai pihak, sejumlah wilayah Kukar telah mengalami kejadian kebakaran dengan tingkat intensitas yang berbeda.

Beberapa wilayah yang menjadi perhatian di antaranya Muara Badak, Sanga-Sanga, Muara Jawa, Samboja, Samboja Barat, Tenggarong Seberang hingga Muara Kaman. Khusus wilayah gambut di Desa Kupang Baru, Kecamatan Muara Kaman, BPBD juga telah berkoordinasi untuk melakukan penanganan.

“Besok kawan-kawan Manggala Agni dari Kementerian Kehutanan bersama satu dari TNI-Polri yang berada di kecamatan akan bergerak menuju Desa Kupang Baru. Kami minta bantuan dan bersinergi dengan perusahaan untuk mendrop anggota untuk penanganan,” jelasnya.

Baca Juga :  Sekda Menghadiri Sertijab Kepala Disperindag Kukar

Akses menuju lokasi kebakaran di Kupang Baru menjadi salah satu tantangan. Dari Muara Kaman menuju titik terakhir akses darat diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga jam, kemudian perjalanan masih dilanjutkan menggunakan longboat atau ces selama kurang lebih dua jam.

Sementara itu, dari sisi jumlah kejadian, BPBD Kukar mencatat peningkatan signifikan pada Agustus. Hingga 12 Agustus 2026, tercatat sebanyak 36 kejadian kebakaran sepanjang bulan berjalan.

“Kalau kita ambil secara resmi, khusus bulan Agustus saja dari tanggal 1 sampai 12 kita sudah punya 36. Jadi tiga kali lipat sudah meningkat,” ungkapnya.

Sebagai perbandingan, pada April tercatat 12 kejadian kebakaran, kemudian tidak ada kejadian pada Mei. Jumlah kembali meningkat pada Juni sebanyak lima kejadian dan Juli sebanyak 10 kejadian.

Menurut Aspianur, tingginya kejadian kebakaran tidak terlepas dari aktivitas manusia. Sekitar 80 persen kejadian disebut berkaitan dengan aktivitas pembakaran lahan maupun pembakaran sampah yang tidak dilakukan secara aman.

“Rata-rata hampir 80 persen ada aktivitas pembakaran lahan, habis itu membakar sampah sembarangan. Terus ada faktor lainnya, karena alam juga macam-macam,” ujarnya.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah selama kondisi kemarau masih berlangsung. Sebab, api yang awalnya dianggap telah padam dapat kembali membesar ketika terkena angin.

Aspianur mencontohkan kejadian di Loa Kulu beberapa waktu lalu. Api yang awalnya berasal dari aktivitas membersihkan kebun bahkan disebut terbawa angin hingga hampir satu kilometer dan bergerak menuju kawasan kaki gunung.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kukar Melakukan Kunjungan Kerja ke Desa Loa Janan Ulu

“Untuk saat-saat ini dihimbau masyarakat tidak untuk membakar dulu. Walaupun dibakar, harus dalam pengawasan sampai dipastikan benar-benar padam,” tegasnya.

Selain ancaman karhutla, BPBD Kukar juga mulai mewaspadai dampak kekeringan terhadap sektor pertanian. Kondisi kemarau yang berlangsung cukup panjang berpotensi menurunkan ketersediaan air bagi tanaman dan meningkatkan risiko gagal panen.

Aspianur mengatakan pihaknya bersama Dinas Pertanian, Dinas Pekerjaan Umum serta sejumlah OPD teknis telah melakukan pemetaan awal di sembilan kecamatan yang terdampak kekeringan.

Wilayah tersebut meliputi Loa Janan, Anggana, Tenggarong, Tenggarong Seberang, Muara Kaman, Loa Kulu, Marangkayu, Sebulu dan Samboja.

Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi lapangan, sumber air yang tersedia serta kebutuhan penanganan, termasuk kemungkinan penggunaan pompa.

“Kemarin kita rapat dengan dinas pertanian. Ada sembilan kecamatan yang kekeringan, nanti kita tinjau dan mengukur sumber air di mana, apa yang kita perlukan, pompa dan segala macam,” katanya.

BPBD Kukar menargetkan hasil pemetaan tersebut dapat segera diperoleh dalam beberapa hari untuk kemudian ditindaklanjuti sesuai kebutuhan di lapangan.

Aspianur menjelaskan, penanganan bencana selama musim kemarau membutuhkan sinergi lintas instansi. BPBD tidak dapat bekerja sendiri dan terus berkoordinasi dengan Disdamkartan, TNI-Polri, Manggala Agni, relawan, perusahaan serta pemerintah daerah sekitar.

“Kita bukan Superman, tapi kita super team. Kita ada perjanjian dengan Kota Samarinda, kita ada perjanjian dengan Provinsi Kaltim. Kita minta bantuan dorong armada mereka untuk penanganan pemadaman,” pungkasnya. (ltf/fdl)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Bunda Literasi Kecamatan se-Kabupaten Kutim Resmi Dikukuhkan, Sebagai Corong Penyampaian Program ke Masyarakat

Advertorial

Bupati Edi Damansyah Melakukan Pelepasan Atlet Kukar untuk Mengikuti Porprov ke- VII di Berau

Advertorial

Progres Rehabilitasi Jembatan Sambera di Muara Badak Sudah 80 Persen

Bisnis

PT MHU-MMSGI Turut Berkontribusi Dalam Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Kukar

Advertorial

Disdikbud Kukar Menggelar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pengawas Tingkat PAUD, SD dan SMP

Advertorial

Puluhan Guru SMP di Kukar Ikuti UKKJ yang Digelar Disdikbud

Advertorial

Camat Loa Janan Apresiasi Pelatihan Menjahit yang Digelar IWAPI Bersama DP3A Kukar

Advertorial

Pemkab Kukar Terus Mendorong Ekosistem Industri Kopi dari Hulu hingga Hilir