Home / Advertorial / Pemerintah / Pendidikan-Kesehatan / Serba Serbi

Minggu, 28 September 2025 - 14:02 WIB

Prosesi Ngulur Naga dan Belimbur Puncak Kemeriahan Festival Erau Adat Kutai 2025

Prosesi Mengulur Naga

Prosesi Mengulur Naga

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Sepasang replika naga, dibawa dari Museum Mulawarman menuju Desa Kutai Lama, Kecamatan Anggana dengan menggunakan kapal untuk dilarungkan ke Sungai Mahakam, pada Minggu (28/9/2025).

Prosesi Mengulur Naga ini merupakan salah satu dari puncak kemeriahan Festival Erau Adat Kutai 2025. Prosesi Ngulur Naga dan Belimbur merupakan salah satu ritual sakral dalam upacara Adat Erau.

Pada ritual ini, rombongan utusan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura akan mengarak sepasang replika naga laki dan naga bini dari Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura atau Museum Mulawarman, di Kecamatan Tenggarong menuju ke Desa Kutai Lama, Kecamatan Anggana.

Badan dari replika naga kemudian dilarung ke Sungai Mahakam di Kutai Lama, sementara kepala dan ekor replika naga akan disemayamkan kembali di Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura.

Setelah naga dilarungkan ke sungai yang kemudian sebagai tanda Belimbur dimulai. Belimbur tak hanya berlangsung di sekitar Museum Mulawarman tetapi juga terjadi di setiap sudut kota Tenggarong. Masyarakat saling menyiram air untuk membersihkan diri.

Ada syarat dalam kegiatan adat ini yakni masyarakat yang disiram tidak diperkenankan untuk marah dan semuanya harus basah dan riang gembira yang diartikan dalam Belimbur adalah pembersihan diri.

Baca Juga :  Forum TJSP Serahkan Bantuan CSR kepada Pemkab Kukar

Prosesi ini berlangsung pada Minggu (28/9/2025), dimulai tepat pada pukul 11:00 WITA saat Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin menyemburkan Air Tuli yang dibawa dari Kutai Lama Kecamatan Anggana.

Turut hadir dalam prosesi tersebut Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Seno Aji, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin, serta jajaran Forkopimda Kukar.

Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura yang diwakili oleh Heriansyah bergelar Pangeran Noto Negoro menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan Erau.

“Atas nama Kesultanan Kutai Kartanegara, kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya, khususnya kepada pemerintah daerah dan Forkopimda yang telah mendukung langsung terlaksananya Erau 2025 dengan tema Menjaga Marwah Peradaban Nusantara,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa prosesi Ngulur Naga dan Belimbur adalah inti ritual adat yang melambangkan munculnya Putri Karang Melenu, sekaligus bukti kekayaan budaya masyarakat Kukar.

“Erau adalah ruang bagi masyarakat untuk menampilkan jati diri, seni, dan budaya, sekaligus mendorong pertumbuhan pariwisata dan ekonomi daerah. Apalagi dengan adanya Ibu Kota Negara Nusantara yang sebagian wilayahnya masuk Kukar, Erau menjadi citra eksklusif yang membanggakan,” jelasnya.

Baca Juga :  Bupati Berencana Hadirkan Mini MPP di Seluruh Kecamatan untuk Wujudkan Kukar Idaman Terbaik

Pihak kesultanan juga menegaskan tata-krama Belimbur, seperti larangan menggunakan air kotor, melempar air dalam plastik, menyemprot dengan pompa bertekanan, serta tidak boleh menyiram lansia, ibu hamil, dan balita. Pelanggaran akan dikenai sanksi adat maupun hukum negara.

Sementara itu, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menegaskan bahwa prosesi Erau mengandung banyak nilai kehidupan. Menurutnya dari prosesi ini bisa diambil hikmah kesakralannya. Yakni melambangkan kesucian, rasa syukur dan kesabaran.

“Nilai-nilai ini bila kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, Insya Allah akan membawa Kutai Kartanegara menjadi daerah yang damai, tenteram, dan makmur,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa moment ini juga bertepatan dengan HUT ke-243 Kota Tenggarong. Menurutnya, Tenggarong adalah etalase Kabupaten Kukar, kota warisan budaya yang kini berkembang menuju kota modern. Ia mengungkapkan bahwa indeks kebahagiaan di Kukar tercatat sebagai yang tertinggi di Kaltim. Ini bukti bahwa masyarakat merasakan kedamaian dan kesejahteraan.

Baik pihak Kesultanan maupun Pemerintah Kabupaten Kukar sepakat untuk terus melestarikan Erau sebagai identitas budaya masyarakat Kutai.

“Kutai rakat, Kutai kuat, Kutai bangkit, Kutai berjaya,” tutupnya. (adv/disdikbud/kukar)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Tanggulangi Kemiskinan di Kukar, Dinas Ketahanan Pangan Siapkan Program Pondok Pangan Etam

Advertorial

24 Ribu Nelayan di Kukar Mendapat Keuntungan Karena Memiliki Kartu KUSUKA

Advertorial

Dedikasi dan Kegigihan Bupati Edi Damansyah : Kisah di Balik Kebangkitan Pertanian Kutai Kartanegara

Ekonomi

Berkomitmen Lebih Kepada Lingkungan, PT MHU Raih Proper Hijau pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Pemerintah

Wakil Bupati Kukar Silaturahmi dan Halal Bihalal ke Pondok Pesantren di Tenggarong

Advertorial

Bupati Kukar Meresmikan Embung Maluhu, Komitmen Pemerintah Dalam Meningkatkan Produktivitas Pertanian

Advertorial

Sekretariat DPRD Kaltim Menggelar Rapat Bahas Realisasi APBD Murni 2024

Advertorial

Cari Bibit Potensial, Dispora Kukar Akan Melaksanakan Festival Sepak Bola Usia Dini