KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kukar 2025-2029, yang berlangsung di Aula Bappeda Kukar, Senin (29/07/2025).
Rapat ini dipimpin oleh Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, yang didampingi Sekretaris Daerah (Sekda), Sunggono, dan dihadiri oleh Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, Wakil Ketua I DPRD, Abdul Rasyid, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat dan Desa di lingkungan Pemkab Kukar.
Ditemui usai kegiatan, Aulia Rahman Basri menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari visi dan misi “Kukar Idaman Terbaik” yang telah ditetapkan sebagai arah pembangunan lima tahun ke depan.
“Setelah konsultasi publik ini, kita akan lanjutkan dengan penyampaian dokumen ke DPRD. RPJMD ini menjadi turunan dari visi besar Kukar Idaman Terbaik, yakni menjadikan Kukar sebagai pusat pangan, pariwisata, dan ekonomi hijau berkelanjutan,” ungkapnya.
Aulia menjelaskan, visi tersebut dioperasionalkan melalui 17 program dedikasi yang di dalamnya memuat berbagai kegiatan strategis. Program-program ini diharapkan mampu menjadi pengungkit utama dalam mendorong pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kukar.
“Beberapa program sebenarnya sudah berjalan, khususnya yang merupakan kelanjutan dari RPJMD sebelumnya. Namun, untuk program baru yang benar-benar dirancang dalam dokumen ini, pelaksanaannya akan dimulai setelah RPJMD disahkan, kemungkinan pada tahun 2026,” jelasnya.
Terkait aspek pembiayaan, ia menegaskan bahwa ketergantungan Kukar terhadap Dana Bagi Hasil (DBH) dari sektor minyak, gas, dan batu bara masih tinggi.
Meski demikian, Pemkab Kukar terus mendorong proses transisi dan transformasi menuju kemandirian fiskal melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kita sudah mulai merapikan sektor-sektor PAD, salah satunya dengan melakukan pemetaan kendaraan operasional perusahaan tambang di Kukar. Banyak kendaraan yang masih menggunakan pelat luar daerah. Ini kita evaluasi. Termasuk juga distribusi bahan bakar dan pemanfaatan aset daerah yang belum maksimal,” jelasnya.
Ia menyebutkan program Klinik Usaha Mandiri sebagai salah satu langkah konkret dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya generasi muda.
“Melalui program ini, kita memberikan pelatihan kewirausahaan kepada anak-anak muda di kecamatan-kecamatan. Bantuan yang diberikan sifatnya pemberdayaan, bukan sekadar bantuan tunai. Ini untuk menciptakan siklus ekonomi yang berkelanjutan,” tegasnya.
Di sektor unggulan seperti pertanian dan perikanan, Pemkab Kukar akan terus mendorong hilirisasi agar memberikan nilai tambah bagi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
“Untuk daerah hulu, kita targetkan peningkatan pendapatan per kapita. Namun, kita juga arahkan sektor ini ke wilayah hilirisasi agar bisa berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah,” tutupnya. (adv/diskominfo/kukar)










