KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kutai Kartanegara (Kukar), Sunggono, menghadiri pelantikan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kutai Kartanegara (Kukar) periode 2025–2028, yang digelar di Ruang Serbaguna Kantor Bupati Kukar, Senin (16/02/2026).
Sunggono menyebut pelantikan pengurus PWI Kukar periode 2025–2028 sebagai sebuah kehormatan bagi pemerintah daerah.
Ia membacakan pidato Bupati Kukar yang berisi harapan besar terhadap peran strategis pers dalam pembangunan daerah.
“Ini sebuah kesempatan dan kehormatan bagi saya untuk menghadiri pelantikan pengurus PWI Kukar periode 2025–2028. Tadi saya juga mendapat amanah membacakan pidato Bupati yang menurut saya berisi harapan besar terhadap fungsi wartawan dan pers ke depan,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah daerah berharap insan pers dapat menjadi bagian penting dalam menjaga konsistensi dan keberlanjutan pembangunan di Kukar. Ia menegaskan, pers memiliki posisi strategis dalam memastikan informasi yang beredar di tengah masyarakat tetap akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sunggono menyampaikan, dalam pidato tersebut Bupati berharap wartawan mampu menjadi “dada terakhir” dalam memverifikasi fakta, terutama di tengah maraknya penyebaran hoaks dan informasi yang belum tentu benar.
“Beliau berharap wartawan menjadi garda terakhir dalam memverifikasi fakta, terutama terkait berbagai persoalan dan potensi berita hoaks yang ada di sekitar kita,” katanya.
Selain itu, peran media juga dinilai penting dalam mendorong peningkatan indeks literasi masyarakat. Ia mengakui masih terdapat kecenderungan rendahnya minat baca dan pemahaman masyarakat terhadap informasi yang benar.
“Kita melihat masih ada kecenderungan minat baca dan pemahaman informasi yang belum optimal. Karena itu, kami berharap teman-teman media dapat membantu mempercepat peningkatan literasi, khususnya di Kukar,” jelasnya.
Tak hanya soal informasi, Sekda juga menekankan pentingnya fungsi kontrol sosial pers dalam mengawal jalannya pembangunan daerah. Pemerintah, kata dia, terbuka terhadap masukan dan kritik yang konstruktif demi perbaikan kebijakan.
“Bupati juga berharap wartawan mampu membantu mengawal proses pembangunan dengan memberikan masukan, saran, bahkan koreksi yang konstruktif terhadap program yang sedang berjalan maupun yang akan datang,” tutupnya.Kukar mampu mengatasinya,” pungkasnya. (ltf/fdl)









