Home / Peristiwa

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:21 WIB

Tenggarong Diselimuti Kabut Asap, Aktivitas Warga Dibayangi Kekhawatiran

Suasana Tenggarong yang diselimuti kabut asap (Latif/Eksposisi)

Suasana Tenggarong yang diselimuti kabut asap (Latif/Eksposisi)

KUTAI KARTANEGA, eksposisi.com – Sore belum benar-benar beranjak menuju malam ketika udara di Tenggarong terasa berbeda, pada Minggu (30/8/2026). Kabut asap masih menyelimuti sejumlah kawasan, membawa aroma pembakaran yang mengganggu kenyamanan warga.

Bagi sebagian masyarakat, kabut asap bukan sekadar persoalan jarak pandang. Di balik udara yang tampak berkabut, ada kekhawatiran lain yang ikut muncul, kesehatan dan keberlangsungan aktivitas sehari-hari.

Darwis, salah seorang warga Tenggarong, merasakan langsung dampak kondisi tersebut. Menurutnya, kabut asap cukup mengganggu pandangan, terutama ketika malam hari.

“Cukup mengganggu pandangan sih. Apalagi kalau malam hari,” ujar Darwis.

Kekhawatiran Darwis semakin besar melihat kondisi cuaca yang belakangan terasa panas. Ia khawatir apabila kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus terjadi, kabut asap justru semakin tebal dan mengganggu masyarakat.

Baginya, persoalan ini membutuhkan langkah cepat. Bukan hanya agar jarak pandang kembali normal, tetapi juga untuk mencegah kondisi semakin meluas.

“Harapannya sih ada pergerakan pemerintah cepat, pergerakan cepat untuk mengatasinya,” katanya.

Di tengah kondisi udara yang kurang bersahabat, aktivitas warga tetap berjalan. Cila dan Nikita masih memilih mengayuh sepeda di tengah kabut asap yang menyelimuti Tenggarong.

Baca Juga :  Anggota DPRD Kaltim Apresiasi Pelaksanaan PSU Pilkada Kukar Berjalan Lancar

Namun, aktivitas yang biasanya menjadi sarana olahraga dan menikmati udara luar itu kali ini terasa berbeda.

Cila mengatakan kabut asap membuat udara terasa semakin panas. Saat bersepeda, kondisi tersebut menjadi lebih terasa karena tubuh membutuhkan udara lebih banyak selama beraktivitas.

“Saat ini kabut asap cukup mengganggu karena kita kan sepedaan, jadi hawanya makin tambah panas,” ungkapnya.

Bagi Cila, persoalan kabut asap juga bukan hanya soal rasa tidak nyaman. Ada kekhawatiran terhadap dampaknya bagi kesehatan, khususnya gangguan pernapasan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Ia mengaku cukup khawatir jika harus terus beraktivitas di tengah kondisi udara yang dipenuhi asap.

Menariknya, Cila dan Nikita sebenarnya sempat berencana menggunakan masker. Bahkan, mereka melihat adanya pembagian masker di sekitar persimpangan lampu merah.

Namun, karena tidak sempat mengambilnya, keduanya akhirnya tetap melanjutkan aktivitas tanpa masker.

Baca Juga :  Kebakaran di Kecamatan Sangasanga, 6 Rumah Hangus Terbakar dan Tewaskan Seorang Lansia

Kondisi itu menjadi gambaran kecil bagaimana masyarakat berusaha tetap menjalankan rutinitasnya meski kualitas udara sedang tidak ideal.

Bagi Nikita, kabut asap yang menyelimuti Tenggarong membuat aktivitas di luar ruangan menjadi kurang nyaman.

Ia berharap persoalan Karhutla dapat segera ditangani sehingga kabut asap tidak berlangsung lebih lama.

“Semoga polusinya cepat hilang, semoga pemerintah juga cepat mengatasi biar kita bisa beraktivitas semula lagi,” harapnya.

Harapan tersebut menjadi suara yang sama dari masyarakat: agar penanganan Karhutla tidak berhenti pada pemadaman api, tetapi juga mampu mengendalikan dampaknya terhadap warga.

Kabut asap yang menggantung di udara pada akhirnya bukan hanya menjadi pemandangan yang mengaburkan jarak.

Ia juga menjadi pengingat bahwa ketika lahan terbakar, dampaknya dapat dirasakan jauh dari titik api, di jalanan, di ruang terbuka, hingga dalam aktivitas sederhana seperti bersepeda.

Di Tenggarong, warga kini menunggu satu hal, udara yang kembali bersih dan aktivitas yang bisa dijalani tanpa harus dibayangi asap. (ltf/fdl)

Share :

Baca Juga

Peristiwa

WNA Penyelam yang Hilang di Pulau Kakaban Ditemukan Meninggal Dunia

Olahraga dan Kesehatan

105 Suspek Campak Ditemukan di Kukar, Dinkes Imbau Lengkapi Imunisasi Anak

Peristiwa

Kapal Feri Tenggelam di Teluk Balikpapan, 42 Penumpang Selamat 2 ABK Dalam Pencarian

Pemerintah

Puncak Kemarau Agustus, BPBD Kukar Catat 36 Kebakaran hingga 12 Agustus

Advertorial

Ketua DPRD Kukar Imbau Masyarakat untuk Memasang Bendera Merah Putih, Larang Pengibaran Bendera One Piece

Peristiwa

Tugboat dan Ponton Berisi Tumpukan Batu Bara Tabrak Jembatan Martadipura

Peristiwa

Pekerja Empang di Muara Jawa Diterkam Buaya Saat Panen Udang

Peristiwa

Tim SAR Masih Melakukan Pencarian Korban Kapal Feri yang Tenggelam di Teluk Balikpapan