KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Deru tawa anak-anak, riak air danau yang tenang, serta lalu lalang perahu wisata menjadi pemandangan yang indah di Destinasi Wisata Tanjung Sarai, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Sepanjang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, kawasan wisata berbasis danau ini menjelma menjadi tempat berkumpul, bersantai, dan menikmati libur panjang bersama keluarga.
Sejak pagi hingga sore hari, arus pengunjung datang silih berganti. Dibandingkan hari-hari biasa, suasana Tanjung Sarai terasa jauh lebih hidup.
Momentum libur panjang dimanfaatkan masyarakat untuk keluar dari rutinitas, mencari udara segar, dan menikmati alam yang masih asri.
Hamparan danau yang tenang, udara sejuk, serta lanskap alami menjadikan Tanjung Sarai sebagai salah satu tujuan favorit wisata keluarga di wilayah hulu Kukar.
Di atas permukaan danau, wahana bebek-bebekan dan perahu wisata tak pernah benar-benar berhenti beroperasi.
Anak-anak terlihat antusias, sementara orang tua menikmati momen kebersamaan dari kejauhan. Wahana air ini menjadi daya tarik utama yang membuat pengunjung betah berlama-lama.
Tak hanya bermain air, pengunjung juga memanfaatkan sejumlah spot foto yang tersebar di kawasan wisata.
Jembatan panjang yang membentang ke tengah danau menjadi lokasi favorit, menawarkan sudut pandang berbeda untuk menikmati panorama sekaligus mengabadikan momen liburan.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Nirwana Tanjung Sarai, Nelli Maulidanur, menyebut lonjakan pengunjung selama libur Nataru terasa sangat signifikan.
“Kalau di hari biasa tentu berbeda dengan suasana libur seperti sekarang. Saat Nataru ini antusias masyarakat sangat tinggi, pengunjung jauh lebih ramai dan datang silih berganti dari pagi sampai sore hari. Kondisi ini sangat terasa dibandingkan hari-hari normal,” ujarnya, Minggu (4/1/2026).
Di tengah ramainya kunjungan, pengelola masih terus berbenah. Fokus utama saat ini adalah memaksimalkan wahana air yang telah tersedia, sembari memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung. Salah satu fasilitas yang masih dalam tahap pembenahan adalah perosotan pelangi.
Pihaknya ingin memastikan wahana tersebut benar-benar aman dan nyaman sebelum digunakan pengunjung, sehingga saat dilaunching nanti bisa dimanfaatkan dengan baik.
Selain itu, pengembangan fasilitas tambahan juga telah disiapkan. Kolam yang saat ini sudah ada masih dalam tahap penataan dan direncanakan akan dikembangkan lebih lanjut setelah perosotan rampung.
“Kolam ini sebenarnya sudah ada, tetapi masih tahap pembenahan. Ke depannya, setelah perosotan selesai, kemungkinan kolam ini akan kami kembangkan lagi agar pilihan wahana di Tanjung Sarai semakin beragam,” jelas Nelli.
Daya tarik Tanjung Sarai tak hanya dirasakan warga Kecamatan Kota Bangun. Selama libur Nataru, wisatawan datang dari berbagai desa dan kecamatan lain di Kukar, bahkan dari luar daerah, seperti dari Kota Samarinda dan Balikpapan.
Untuk menjaga suasana tetap hidup, pengelola juga menggelar sejumlah kegiatan hiburan, seperti lomba balap ketinting dan Zumba Party. Kegiatan ini menjadi pelengkap pengalaman wisata sekaligus mempererat interaksi antara pengunjung dan masyarakat setempat.
Ramainya wisatawan membawa berkah tersendiri bagi pelaku UMKM di sekitar kawasan wisata. Lapak-lapak kuliner dan jajanan lokal tampak ramai diserbu pembeli, mencerminkan dampak ekonomi yang langsung dirasakan masyarakat.
“Alhamdulillah, dampaknya sangat terasa bagi UMKM di sini. Pendapatan mereka meningkat cukup signifikan selama libur Nataru,” kata Nelli.
Wati, salah seorang pengunjung asal Kecamatan Tenggarong, mengungkapkan bahwa ini merupakan kunjungan pertamanya ke Tanjung Sarai. Ia mengakui bahwa kunjungan ini meninggalkan kesan mendalam.
Menurutnya suasana di objek wisata di Tanjung bSarai sangat cocok untuk liburan bersama keluarga.
“Suasananya nyaman dan cocok untuk liburan keluarga. Wahananya juga menarik, apalagi jembatan panjang yang membentang ke tengah danau itu sangat bagus. Saya berharap ke depan Tanjung Sarai semakin dikenal luas dan terus berkembang,” pungkasnya. (rpp/fdl)






