Home / Bisnis / Ekonomi / Pemerintah

Senin, 20 Januari 2025 - 11:55 WIB

Pemerintah Indonesia Berhasil Menggugat UE Melalui WTO Terkait Diskriminasi Minyak Sawit dan Biodiesel

Kantor WTO di Jenewa

Kantor WTO di Jenewa

JAKARTA, eksposisi.com – Pemerintah Indonesia berhasil membuktikan diskriminasi oleh Uni Eropa (UE) dalam sengketa dagang kelapa sawit di Badan Penyelesaian Sengketa Organiasi Perdagangan Dunia (Dispute Settlement Body World Trade Organization (WTO). Hal ini tertuang dalam Laporan Hasil Putusan Panel WTO yang disirkulasikan pada 10 Januari 2025.

Uni Eropa (UE) dinyatakan telah melakukan diskriminasi dengan memberikan perlakuan kurang menguntungkan terhadap minyak sawit dan biodiesel dari kelapa sawit milik Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan dengan hasil itu mau tidak mau dunia harus mengakui biodiesel berbasis kelapa sawit milik Indonesia.

“Kemenangan ini merupakan bukti bahwa Indonesia bisa fight dan kita bisa menang. Khusus sawit kita fight di REDD, kita menang sehingga biodiesel yang sekarang kita ambil sebagai sebuah kebijakan, itu mau nggak mau dunia harus menerima bahwa tidak hanya biodiesel berbasis rapeseed, soya bean dan lain-lain, tapi juga yang berbasis CPO,” kata Airlangga Hartanto.

Baca Juga :  Pemkab Kukar Siapkan Langkah Tegas Tindaklanjuti Dugaan Pelecehan Oknum Guru SMP

Dengan adanya keputusan WTO, Uni Eropa diberi waktu untuk tidak lagi mendiskriminasi produk sawit Indonesia.

“Artinya mereka diberi waktu untuk tidak mendiskriminasi produk Indonesia, yang penting kita menang dulu. Mereka akan laksanakan nggak laksanakan, ya kita lihat lagi,” jelasnya.

Selain itu, Airlangga menyebut keputusan WTO akan berdampak terhadap kebijakan Peraturan Deforestasi Uni Eropa (EUDR).

“Mereka setengah mengakui dengan memundurkan implementasi yang harusnya di tahun ini, diundur 1 tahun. Ini memberikan kesempatan kepada Indonesia dan Malaysia untuk memperkuat strategi kita untuk implementasi agar sawit juga tidak didiskriminasi,” tegasnya.

Baca Juga :  Kepala Disdikbud Sebut Kabupaten Kukar Bakal Jadi Tuan Rumah Festival Keraton Nusantara

Dengan kemenangan Indonesia di WTO, Airlangga juga berharap agar perundingan kerja sama ekonomi Indonesia-Uni Eropa alias Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) yang sudah dilakukan sejak 2016 dapat segera diselesaikan.

“Kemarin kita juga berkasus dengan mereka antara lain hilirisasi, jadi ekspor yang kita unggul itu mereka persulit untuk kita. Dengan kemenangan ini saya berharap yang selama ini menghantui perundingan IEU-CEPA bisa hilang dan kita bisa segera selesaikan IEU-CEPA,” pungkasnya. (adm/fdl)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Manfaatkan Potensi Sumber Daya Alam, Desa Muara Wis Kembangkan Objek Wisata Danau 10 Nusa

Advertorial

Pemkab Kukar Perkuat Digitalisasi Arsip dan Budaya Literasi Lewat Aplikasi Srikandi

Advertorial

Kukar Sabet Juara Tiga di PKD Kaltim 2025, Tampilkan Lesong untuk Baham dan Gambus

Pemerintah

Dispar Kukar Dorong Penegasan Kewenangan Program Budaya Bersama Disdikbud

Pemerintah

Stok Pangan Aman Hingga Akhir 2026, Pemkab Kukar Siapkan Bantuan Beras Bagi Petani yang Gagal Panen karena Kemarau

Bisnis

Penjualan Menurun, Harga Ayam Potong di Pasar Mangkurawang Ikut Turun

Advertorial

Wisata Pantai Biru Desa Kersik, Ramai Pengunjung Saat Libur Lebaran

Bisnis

Museum Mulawarman Didatangi Ratusan Wisatawan Saat Libur Lebaran