Home / Advertorial / Pemerintah / Pendidikan-Kesehatan / Politik

Sabtu, 14 Juni 2025 - 08:34 WIB

Anggota DPRD Kaltim Sebut Keterbatasan Daya Tampung Sekolah Negeri di Kukar Menjadi Kendala PPDB

Sarkowi V Zahry - Anggota DPRD Kaltim

Sarkowi V Zahry - Anggota DPRD Kaltim

KALIMANTAN TIMUR, eksposisi.com – Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Sarkowi V Zahry, menyoroti persoalan keterbatasan daya tampung sekolah negeri di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yang kerap menjadi kendala saat penerimaan peserta didik baru (PPDB).

Menurutnya, jumlah sekolah yang ada belum mampu mengimbangi lonjakan jumlah calon siswa setiap tahun.

“Baik murid maupun orang tua lebih berminat ke sekolah negeri karena dianggap lebih mudah dan fasilitasnya lebih lengkap. Sekolah swasta hanya jadi pilihan jika memang unggulan, tapi tentu biayanya jauh lebih tinggi,” ujar Sarkowi.

Ia juga menekankan pentingnya perencanaan matang dalam pembangunan sekolah, mengingat kondisi geografis Kukar yang luas dan antarwilayah yang berjauhan. Perencanaan lokasi sekolah baru harus mempertimbangkan aksesibilitas bagi masyarakat desa dan daerah terpencil.

Baca Juga :  Bupati Kukar Hadiri Rapat Koordinasi Pengurus KTNA Kecamatan Tenggarong Seberang

“Kalau mau bangun sekolah, harus cermat menentukan lokasi. Kukar ini wilayahnya sangat luas, jadi harus dikaji betul agar bisa menjangkau semua,” katanya.

Salah satu solusi yang tengah dikaji adalah pembangunan sekolah baru di wilayah Loa Tebu. Lokasi tersebut dinilai strategis untuk menampung siswa dari desa-desa yang jauh dari pusat kota. Namun, tantangan muncul dalam hal ketersediaan lahan.

“Kalau bangun sekolah, harus ada pembebasan lahan. Itu butuh waktu dan biaya. Diperlukan kerja sama antara pemerintah provinsi, kabupaten, hingga masyarakat. Misalnya, provinsi yang membangun, tapi lahan bisa disediakan kabupaten atau hibah dari tokoh masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga :  DPRD Kukar Dorong Keterlibatan Swasta Perkuat Pengembangan Pariwisata

Menurutnya, keterbatasan daya tampung sering menyebabkan siswa tidak diterima di sekolah pilihan, hingga terpaksa menunda pendidikan selama satu tahun. Ia berharap ada langkah konkret untuk mengatasi masalah ini agar tidak terus berulang.

“Kasus tahun lalu cukup banyak, siswa tidak diterima dan akhirnya menunggu tahun depan. Ini tentu harus jadi perhatian bersama,” pungkasnya. (adv/dprd/kaltim)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Wabup Rendi Solihin Meninjau Jalan Longsor di Kecamatan Sangasanga

Pemerintah

Bupati Tegaskan Iuran BPJS Kesehatan Kelas 3 Seluruh Masyarakat Kukar Dijamin Pemerintah

Advertorial

Asisten II Setkab Kukar Menghadiri Peletakan Tiang Pancang Odah Singgah Desa Prangat Baru

Advertorial

Bupati Kukar Intruksikan Pengurus Cabor untuk Mencetak Atlet Muda Berprestasi

Advertorial

Menjelang Akhir Tahun 2025, OPD di Kukar Berupaya Memaksimalkan Realisasi Kegiatan

Advertorial

Ketua DPRD Kukar Serap Aspirasi Warga di Tiga Desa, Tekankan Pemerataan Pembangunan

Advertorial

Borneo FC Berencana Jadikan Stadion Aji Imbut Sebagai Markas, Dispora Kukar Akan Melakukan Perbaikan Fasilitas

Advertorial

Pemkab Kukar Gandeng Baznas Siapkan Bantuan Rehab Rumah Bagi Korban Kebakaran di Tenggarong