Home / Infrastruktur / Politik

Senin, 14 April 2025 - 13:34 WIB

Rendi Solihin Berjanji Semua Akan Diperbaiki, Bertahap dan Terukur

Rendi Solihin kampanye di Tenggarong

Rendi Solihin kampanye di Tenggarong

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Lampu-lampu malam masih berkerlip di pusat kuliner Jalan KH Ahmad Muksin, Kelurahan Timbau, Minggu malam, 13 April 2025. Di tengah keramaian warga yang menikmati suasana akhir pekan, Rendi Solihin berdiri di atas panggung kecil. Bukan pidato politik berapi-api yang ia suguhkan malam itu, melainkan penjabaran angka dan realita.

“Kalau kita ingin semua jalan di Kukar mulus, kita butuh Rp40 sampai Rp44 triliun,” katanya. Kalimat itu langsung membuat kerumunan hening sejenak.

Rendi, Wakil Bupati Kutai Kartanegara sekaligus calon petahana, tidak sedang melebih-lebihkan. Anggaran tahunan Kukar saat ini sekitar Rp14 triliun. Tapi, ia mengingatkan, hanya seperempat dari jumlah itu yang bisa digunakan untuk pembangunan fisik. Sisanya untuk menggaji guru, membayar layanan kesehatan, kebersihan kota, dan kebutuhan dasar lainnya.

“Artinya, paling banter kita hanya punya sekitar Rp3 triliun setahun untuk perbaikan jalan dan jembatan,” ujarnya. Bila dihitung rata-rata, perbaikan total infrastruktur jalan bisa makan waktu 12 tahun. Terlalu lama untuk ditelan dalam satu tarikan napas.

Baca Juga :  Antisipasi Ancaman Disinformasi dan Pemanfaatan AI Dalam Kontestasi Politik ke Depan, Bawaslu Gandeng SMSI Kukar Jaga Kualitas Demokrasi

Namun, itu tak berarti mereka tak bergerak. Rendi memaparkan bahwa sepanjang 2024, pemerintah daerah telah membangun dan merehabilitasi jalan sepanjang 508,96 kilometer. Tambahan 100 kilometer jalan usaha tani juga telah selesai di berbagai kawasan pertanian.

Pembangunan itu, kata Rendi, bukan sebatas menambal lubang. Prioritas diarahkan ke jalur antar kecamatan, jalan penunjang pariwisata, dan tentu saja, akses petani ke lahan mereka. Lima kecamatan jadi fokus utama: Tenggarong, Tenggarong Seberang, Loa Kulu, Sebulu, dan Muara Kaman.

Di sektor jembatan, Kukar mencatatkan pembangunan 16 unit jembatan baru, serta perbaikan 20 jembatan lama yang mulai aus dimakan usia.

Tahun ini, perhatian difokuskan ke jalur poros hulu. Jalan yang menghubungkan Kecamatan Kota Bangun, Kenohan, dan Tabang menjadi prioritas. Pemerintah akan menggunakan dana DAK dan APBD Kukar 2025 untuk membenahi titik-titik yang rusaknya paling parah.

Baca Juga :  DPRD Kaltim Sahkan Tatib Baru Masa Kerja 2024-2029

Kukar memang luas. Terlalu luas jika dibandingkan dengan kota-kota besar di Indonesia. Wilayahnya 36 kali lipat dari Samarinda, 41 kali dari Jakarta, dan bahkan 112 kali dari Solo. Maka tak heran jika pembangunan di daerah ini harus dilandasi pemetaan yang cermat dan keputusan yang tidak populis.

“Kita tidak bisa janjikan semuanya selesai sekaligus. Tapi kita tahu mana yang paling rusak, dan dari situ kita mulai,” ucap Rendi. Ia tak menutup orasi dengan teriakan semangat, melainkan dengan suara tenang dan kepala menunduk, lalu menatap warga satu per satu.

“Saya tidak akan menjanjikan semuanya langsung mulus. Tapi saya berjanji: kita akan mulai dari yang paling penting, dan kita tidak akan berhenti. (adm/fdl)

Share :

Baca Juga

Advertorial

DPRD Kukar Akan Konsultasi ke Bupati Terkait Dua Rancangan Perda yang Dianggap Urgent

Politik

KPU Kubar Sudah Melaksanakan Sejumlah Tahapan Jelang Pemilu 2024

Advertorial

Sinergi Mendukung Pelaksanaan Program Pemda, DPRD Menggelar Rapat Kerja Bersama Pemprov Kaltim

Advertorial

Upaya Wujudkan Kutim Hebat 2045, DPRD Sedang Mempersiapkan RPJPD 2024-2045,

Advertorial

Sebulan Dibuka Objek Wisata Pulau Kumala Hasilkan Omzet Rp70 Juta

Ekonomi

Pembangunan IKN Berikan Dampak Positif Terhadap Ekonomi Kaltim

Advertorial

Jalan Umum di Desa Tanjung Batu Akhirnya Dapat Penerangan, Lewat Program Terang Kampongku

Politik

Aulia Rahman Basri Jalani Pemeriksaan Kesehatan Sebagai Syarat Pencalonan di PSU Pilkada Kukar