Home / Advertorial / Pemerintah / Politik

Senin, 18 September 2023 - 16:55 WIB

DPRD Kukar Akan Konsultasi ke Bupati Terkait Dua Rancangan Perda yang Dianggap Urgent

Ahmad Yani - Ketua Bapemperda DPRD Kukar

Ahmad Yani - Ketua Bapemperda DPRD Kukar

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com –  Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) akan berkonsultasi dengan Bupati Kukar soal rancangan peraturan daerah (Perda) yang berkaitan dengan nilai wilayah yang ada di Ibu Kota Nusantara (IKN) dan penyertaan modal terhadap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Ketua Bapemperda DPRD Kukar, Ahmad Yani, mengatakan, kedua rancangan Perda tersebut sangat urgent dan harus segera disahkan untuk menyelamatkan aset daerah yang ada di wilayah IKN. Hal ini pun akan segera dikonsultasikan kepada pemerintah daerah.

“Dalam waktu dekat ini kita tetap berkonsultasi, kemudian kita juga akan membahas bersama bupati seperti apa tanggapannya,” ujar Ahmad Yani.

Ia menjelaskan, bahwa di wilayah IKN ada berapa aset daerah yang dampaknya dapat memberikan penghasilan bagi daerah. Contohnya, PT Mahakam Gerbang Raja Migas (MGRM) yang saat ini melaksanakan PI 10 persen dan sudah berjalan. Sehingga, raperda yang berkaitan tersebut harus segera disahkan. Jika tidak, pendapatan yang dihasilkan lewat PI 10 persen itu dikhawatirkan akan hilang.

Baca Juga :  Wakil Bupati Kukar Silaturahmi dan Halal Bihalal ke Pondok Pesantren di Tenggarong

Kemudian rancangan Perda yang berkaitan dengan penyertaan modal terhadap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), khsusunya PT Tunggang Parangan. Menurutnya, rancangan Perda ini juga sangat urgent dan harus segera disahkan untuk menyelamatkan aset daerah, yaitu Pelabuhan Amborawang yang saat ini masuk dalam wilayah IKN.

“Asetnya sekarang tercatat di pemerintah daerah yang merupakan aset daerah, itu kan dalam waktu dekat ini akan diambil oleh IKN. Harapan besar DPRD melalui Bapemperda bagaimana revisi Perda penyertaan modal ini kemudian mengisi aset Pelabuhan Samboja itu bisa dikelola BUMD, yaitu Tunggang Parangan,” jelasnya.

Baca Juga :  Lurah Maluhu Terima Kunjungan Kepala Desa Jantur, Tukar Informasi Terkait Program Karang Taruna

Dengan dikelolanya pelabuhan tersebut melalui BUMD, tentu dapat menghasilkan pendapatan bagi daerah lewat kerjasama dengan Badan Otorita IKN. Karena sangat penting dan mendesak. Sehingga, ada penyelamatan aset daerah yang ada di IKN.

Rancangan Perda soal penyertaan tersebut pun direncanakan masuk dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) tahun 2023. Bahkan, Bapemperda DPRD Kukar tinggal menunggu tanggapan pemerintah daerah soal rancangan Perda tersebut.

“Tinggal menunggu jawaban Bupati, apakah setuju atau kurang setuju atau ada pikiran lain. Tapi khusus di DPRD kita pastikan bahwa salah satu langkah, salah satu cara untuk menyelamatkan aset itu adalah menyerahkan ke BUMD,” tutupnya. (adv)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Progres Perbaikan Jembatan Sambera Masuk Tahap Pengerjaan Fisik

Ekonomi

Hadapi PHK Massal 700 Pekerja, Pemkab Kukar Siapkan Pelatihan hingga Kredit Tanpa Bunga

Advertorial

Pemkab Kukar Menggelar Pekan Pesta Rasa, Dorong UMK Naik Kelas

Advertorial

Dispora Kukar akan Menggelar Kejuaran RC Mini Dalam Waktu Dekat

Pemerintah

Disdukcapil Kukar Tingkatkan Inovasi Melalui Pembaruan Standar Pelayanan

Advertorial

Anggota DPRD Kutim Tekankan Pentingnya Transparansi dan Akuntabilitas Dalam Penyaluran Dana Publik

Olahraga dan Kesehatan

Dispora Kukar Siasati Keterbatasan Anggaran Jelang Agenda Olahraga 2026

Advertorial

Dorong Tumbuh Kembang Peserta Didik, SMPN 6 Tenggarong Sudah Memiliki Guru Penggerak