Home / Advertorial / Pemerintah / Politik

Sabtu, 10 Mei 2025 - 23:24 WIB

Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Dampingi Kunjungan Kerja Mentan RI di PPU

Kunjungan kerja Menteri Pertanian di PPU

Kunjungan kerja Menteri Pertanian di PPU

KALIMANTAN TIMUR, eksposisi.com – Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman, melakukan kunjungan ke Desa Gunung Mulia, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), pada Jumat (9/5/2025).

Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Baba, bersama Anggota DPRD Kaltim Baharuddin Muin, mendampingi kunjungan kerja tersebut.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari program nasional akselerasi menuju swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah pusat.

Amran Sulaiman juga menyampaikan apresiasi kepada Kabupaten PPU atas kontribusinya dalam mendukung ketahanan pangan daerah secara signifikan.

Dalam kesempatan tersebut, Mentan menyerahkan bantuan alat dan sarana pertanian senilai lebih dari Rp18 miliar secara simbolis kepada kelompok tani dan brigade pangan se-Kabupaten PPU. Bantuan itu mencakup traktor roda 4 dan 2, rice transplanter, crawler, pompa air, serta benih padi dan jagung.

Baca Juga :  Kecamatan Kota Bangun Darat Siap Mendukung Program Kukar, Wujudkan Lumbung Pangan di Kaltim

Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Baba, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap sektor pertanian di Kaltim.

Ia menilai bantuan tersebut sebagai bukti nyata komitmen pemerintah dalam mewujudkan Asta Cita Presiden, khususnya dalam upaya percepatan swasembada pangan.

“Kaltim harus berbangga karena mendapat perhatian dari Kementerian Pertanian. Ini membuktikan keseriusan pemerintah dalam mendukung Asta Cita Presiden,” ujar Baba.

Ia mengungkapkan bahwa saat ini Kabupaten PPU mampu memproduksi sekitar 4.429 ton gabah dari lahan pertanian seluas 5.898 hektare. Namun, ia mengakui bahwa produktivitas pertanian masih terkendala oleh infrastruktur pengairan yang belum optimal.

Ia menyoroti pentingnya kelanjutan proyek Bendung Gerak Telake yang sempat masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN), namun kemudian dibatalkan. Menurutnya, bendungan tersebut sangat vital untuk mendukung sistem irigasi pertanian di wilayah PPU dan Paser.

Baca Juga :  Hormati Keputusan MK, Edi Damansyah Ajak Pendukungnya Sukseskan PSU Pilkada Kukar

“Optimalisasi lahan hanya bisa berjalan maksimal jika didukung pengairan yang cukup dan benih unggul berkualitas,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa PPU merupakan wilayah strategis dalam peta ketahanan pangan Kaltim.

Ia mendorong, Pemerintah Kabupaten PPU untuk segera menyusun Peraturan Daerah (Perda) tentang Pelarangan Alih Fungsi Lahan Pertanian, khususnya di wilayah-wilayah produktif seperti Desa Gunung Mulia.

“Saya sepakat dengan apa yang disampaikan Gubernur Kaltim, bahwa kita harus menjaga lahan pangan agar tidak berubah fungsi menjadi perkebunan sawit atau karet,” pungkasnya. (adv/dprd/kaltim)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Ketua DPRD Sebut Expo HUT ke-24 Kutai Timur Sebagai Informasi Kinerja Pemerintah ke Masyarakat

Advertorial

Ketua DPRD Kukar Imbau Masyarakat untuk Memasang Bendera Merah Putih, Larang Pengibaran Bendera One Piece

Advertorial

DPRD Kukar Membentuk Pansus Raperda Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan

Advertorial

Google Gandeng Disdikbud Kukar, Transformasi Digital Sekolah Ingin Dijadikan Contoh bagi Jepang

Advertorial

Pansus DPRD Kutim Menggelar Rapat Membahas Terkait Raperda Kesetaraan Gender

Advertorial

Dinas PU Kukar Bangun Jalan Jembatan di Desa Rebaq Rinding

Advertorial

Pemkab Kutim Raih Tiga Penghargaan Dalam Gelaran IT Works Top Digital Awards 2023

Advertorial

Fasilitasi dan Berikan Ruang Pelaku Seni, Disdikbud Kukar Akan Menggelar Event Ekspresi Budaya