KALIMANTAN TIMUR, eksposisi.com – Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Salehuddin, memberikan dukungan atas langkah kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim memberikan insentif bulanan kepada guru swasta dari jenjang PAUD hingga Madrasah Aliyah.
Menurut Salehuddin kebijakan ini sebagai bentuk keberpihakan nyata terhadap para pendidik nonnegeri yang selama ini kerap terabaikan dalam kebijakan kesejahteraan.
“Ini sinyal kuat bahwa guru-guru swasta mulai mendapat perhatian yang layak. Di tengah tekanan ekonomi akibat lonjakan harga kebutuhan pokok, insentif ini bukan sekadar angka, tapi suntikan moral dan ekonomi yang sangat berarti,” ujar Salehuddin.
Ia mengungkapkan adanya kesenjangan perlakuan antara guru negeri dan swasta. Guru negeri, telah menikmati berbagai tunjangan seperti gaji tetap, sertifikasi, hingga Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), sementara banyak guru swasta belum tersentuh kebijakan serupa.
Karena itu, ia mendorong agar program insentif ini tidak berhenti pada tahap awal, melainkan diperluas baik dari jumlah penerima maupun nilai bantuan.
Ia juga meminta agar kebijakan ini dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2025 demi menjamin keberlanjutan.
“Kesejahteraan guru swasta adalah investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Timur. Ini bukan sekadar bantuan finansial, tapi bentuk penghargaan terhadap dedikasi mereka di sektor pendidikan nonformal,” pungkasnya. (adv/dprd/kaltim)










