KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Salah satu Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Lansia Semangka 2 yang terintegrasi dengan Bina Keluarga Lansia (BKL) Karunia Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berhasil meraih juara dua dalam lomba BKL Percontohan tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara) tahun 2025.
Lomba yang digelar oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKN perwakilan Kaltim ini diikuti oleh beberapa kelompok BKL di Provinsi Kaltim dan Kaltara.
Ketua BKL Karunia, Nur Intan Hadi Putri, mengungkapkan bahwa awalnya pihaknya tidak menargetkan kemenangan ketika mewakili Kecamatan Tenggarong ke tingkat kabupaten. Namun, berkat kerja keras dan integrasi kegiatan yang dilakukan bersama Posyandu Lansia, BKL Karunia berhasil meraih juara pertama tingkat kabupaten dan melaju ke tingkat provinsi.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur bisa menjadi juara dua di tingkat provinsi sebagai BKL percontohan mewakili Kutai Kartanegara, ini adalah pencapaian luar biasa bagi kami,” ujar Nur Intan pada Jumat (18/07/2025).
Ia menjelaskan, BKL Karunia sendiri merupakan kelompok kegiatan yang dibentuk sebagai bagian dari upaya pemberdayaan keluarga untuk meningkatkan kualitas hidup lansia, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
“Melalui berbagai program dan kegiatan, kami mendorong kemandirian serta kesejahteraan para lansia,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa ke depan, BKL Karunia akan terus memperluas manfaat bagi keluarga-keluarga yang memiliki lansia, khususnya di wilayah Kelurahan Loa Ipuh dan sekitarnya.
“Kami berharap ke depannya ada dukungan lebih besar dari pemerintah dan pihak-pihak terkait, terutama dalam hal pendanaan. Itu masih menjadi tantangan utama bagi kami,” ungkapnya.
Dalam upaya pengembangan, BKL Karunia sedang menginisiasi berbagai inovasi berbasis digital. Salah satunya adalah pelaporan kegiatan melalui Sistem Informasi Keluarga (SIGA) milik BKKBN, serta pencatatan hasil pemeriksaan kesehatan lansia melalui aplikasi resmi BKKBN.
Selain itu, pihaknya juga sedang merancang produk inovasi bernama Leaflet, yang akan didistribusikan ke berbagai pihak sebagai bagian dari penguatan program BKL.
“Kami ingin masyarakat lebih memahami bahwa BKL bukan hanya soal pelayanan saat Posyandu Lansia berlangsung. Kegiatan kami berlangsung berkelanjutan dan terintegrasi antara lansia dan keluarganya. Untuk itu, kami terus berproses dan berbenah agar bisa memberikan yang terbaik,” tutupnya. (rfl/fdl)








