Home / Advertorial / Pemerintah

Jumat, 25 Juli 2025 - 19:10 WIB

Pemerintah Desa Margahayu Tingkatkan PADes Melalui sejumlah Unit Usaha BUMDes

Rusdi - Kepala Desa Margahayu

Rusdi - Kepala Desa Margahayu

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Margahayu, Kecamatan Loa Kulu terus berupaya meningkatkan pendapatan asli desa (PADes) dan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai unit usaha produktif. Upaya ini dilakukan melalui sejumlah unit usaha yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Margahayu.

Salah satu unit usaha andalan BUMDes saat ini adalah pengelolaan air bersih yang berasal dari bekas tambang yang kini dimanfaatkan sebagai kolam air bersih.

Kepala Desa Margahayu, Rusdi, menjelaskan bahwa kolam eks tambang tersebut awalnya diserahkan kepada desa untuk dimanfaatkan.

BUMDes kemudian mengelola sumber air tersebut bekerja sama dengan pihak CSR PT Multi Harapan Utama (MHU), serta memperoleh dukungan anggaran dari pemerintah pusat melalui program Pamsimas.

“Program ini sudah berjalan kurang lebih 10 tahun. Sebelumnya, masyarakat menggunakan air hujan, sumur, bahkan membeli air galon. Sekarang mereka bisa menikmati air bersih dengan sistem manajemen yang baik, termasuk penggunaan aplikasi digital dan tarif Rp6.000 per kubik,” ujar Rusdi.

Baca Juga :  Ketua Komisi X DPR RI Dorong Perangkat Desa di Kukar Kolaborasi Bersama BRIN dan BRIDA untuk Perkuat Inovasi

Menurutnya, selain meningkatkan akses air bersih, usaha ini juga menjadi salah satu penyumbang utama PAD desa. Bahkan, BUMDes kini mulai mengembangkan unit usaha baru berupa toko alat tulis kantor (ATK) dan layanan percetakan.

“Kami menjalin kerja sama dengan seluruh lembaga pendidikan di Margahayu, mulai dari PAUD hingga SMA, untuk memenuhi kebutuhan ATK dan percetakan. Selama ini, masyarakat harus ke Tenggarong untuk mencetak spanduk atau banner. Dengan adanya layanan ini di desa, tentu lebih efisien dan menjadi peluang besar bagi BUMDes,” jelasnya.

Tak hanya itu, BUMDes juga tengah mengembangkan program ketahanan pangan dengan mengelola kolam budidaya ikan lele. Program ini mendapat dukungan dana sebesar Rp200 juta dari pemerintah pusat melalui skema ketahanan pangan.

Baca Juga :  Dinas PU Kukar Bangun Jembatan di Desa Teluk Bingkai, Progresnya Sudah 84 Persen

“Ada kolam-kolam buatan di atas tanah desa yang kini juga dimanfaatkan sebagai wisata pemancingan. Satu kolam bisa menampung hingga 30 ribu ekor lele. Hasil budidaya ini nantinya juga akan disalurkan untuk mendukung program perbaikan gizi balita di desa,” jelasnya.

Ia menyebut, dari unit usaha pengelolaan air bersih saja, BUMDes mampu menyumbang sekitar Rp15 juta hingga Rp30 juta per tahun untuk PAD desa. Dengan bertambahnya unit usaha baru, angka tersebut diprediksi akan terus meningkat.

“BUMDes juga rutin melaporkan progres kegiatan ke desa. Semua berjalan aktif dan terus dikembangkan,” pungkasnya. (adv/diskominfo/kukar)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Ketua DPRD Kukar Minta Rekrutmen Direktur PT KSDE Mengedepankan Profesionalisme

Advertorial

Anggota DPRD Menghadiri Pembukaan PKD Kaltim 2025, Komitmen Menjaga Pelestarian Budaya

Advertorial

Ketua DPRD Kaltim Menghadiri Forum Lintas Perangkat Daerah 2025-2029 dan Renja 2026

Pemerintah

DPRD Kukar Dorong Penataan Ulang Penempatan Ratusan PPPK, Agar Dekat dengan Domisili

Advertorial

Pemkab Kukar Hadiri Acara Puncak Gerakan Sinergi Reforma Agraria Nasional

Olahraga dan Kesehatan

Dispora Kukar Tegaskan Seluruh Atlet yang Bertanding di Porprov Putra Daerah, 56 Cabor Siap Berlaga

Advertorial

Kelurahan Mangkurawang Akan Melakukan Normalisasi Anak Sungai Mahakam

Advertorial

Festival dan Pasar Rakyat Loa Janan Sukses Digelar, Dispar Kukar Harapkan Kekraf di Kecamatan Lain Termotivasi