KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Kartanegara (Kukar) menuntaskan tahapan pengundian petak pedagang Pasar Tangga Arung, pada Kamis (18/12/2026). Kegiatan ini menjadi penanda kesiapan operasional pasar baru tersebut setelah melalui proses relokasi pedagang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperindag Kukar, Sayyid Fathullah, mengatakan pengundian dilakukan atas izin dan restu Bupati Kukar, meski kepala daerah belum sempat hadir karena agenda yang padat.
“Alhamdulillah, pengundian petak pedagang hari ini sudah kita laksanakan atas izin dan restu Bapak Bupati. Beliau meminta agar kegiatan tetap berjalan dan nanti akan ada agenda khusus untuk bertemu langsung dengan para pedagang,” ucap Sayyid.
Sebanyak 703 pedagang mengikuti pengundian untuk menentukan petak, lapak, maupun kios tempat berjualan. Jumlah tersebut sesuai dengan data pedagang relokasi yang sebelumnya tersebar di sejumlah titik.
Ia menjelaskan, total bangunan Pasar Tangga Arung Square mencapai 706 unit. Tiga unit lainnya disiapkan khusus untuk fasilitas pendukung, seperti ruang pengamanan, klinik, dan ruang pengendali inflasi.
Proses pemindahan pedagang akan dilakukan secara bertahap. Pada hari yang sama, kunci kios mulai dibagikan agar pedagang dapat menata lapak sembari tetap berjualan selama masa transisi.
“Penataan memang membutuhkan waktu. Karena itu pedagang tetap kami izinkan berjualan sambil menata kiosnya. Insyaallah awal Januari nanti pasar akan diresmikan langsung oleh Pak Bupati,” jelasnya.
Terkait pengelolaan lingkungan, Disperindag bersama Dinas PU telah menyiapkan tempat pembuangan sampah sementara sambil menunggu pembangunan TPS permanen. Lokasinya disepakati agar tidak mengganggu warga sekitar.
Untuk mendukung ketertiban, area parkir diarahkan sepenuhnya berada di dalam kawasan pasar. Lahan parkir tersedia di lantai satu dan dua guna menghindari kemacetan di jalur lalu lintas utama.
Selain penataan fisik, keberadaan pasar baru ini diharapkan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hingga Desember 2025, retribusi pasar Kukar telah melampaui target.
“Target retribusi kami tahun ini Rp800 juta, tapi realisasinya sudah mencapai Rp1,6 miliar. Dengan tambahan Pasar Tangga Arung Square, kami optimistis PAD dari retribusi bisa menembus di atas Rp2 miliar,” ungkapnya.
Disperindag juga menerapkan sistem pembayaran retribusi digital bekerja sama dengan Bankaltimtara guna mencegah tunggakan. Pedagang dapat membayar secara mingguan atau bulanan dengan sistem yang lebih transparan.
Besaran retribusi tetap mengacu pada peraturan daerah, yakni Rp600 per meter persegi per hari, tanpa adanya pungutan tambahan di luar ketentuan resmi.
Sementara itu, pengelolaan pasar masih ditangani langsung oleh Disperindag sambil menunggu pembentukan badan usaha pengelola.
“Dengan konsep semi modern, Pasar Tangga Arung diharapkan menjadi ikon baru perekonomian Tenggarong sekaligus ruang publik yang bersih, tertata, dan nyaman bagi masyarakat,” pungkasnya. (ltf/fdl)










