Home / Ekonomi / Infrastruktur / Pemerintah

Senin, 12 Januari 2026 - 15:44 WIB

Pemkab Kukar Mulai Melakukan Penyusunan RKPD 2027, Fokus Efisiensi Anggaran dan Sinkronisasi Kebijakan

Kick off meeting penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah tahun 2027 (Latif/Eksposisi)

Kick off meeting penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah tahun 2027 (Latif/Eksposisi)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar kick off meeting penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027, yang dilaksanakan di Gedung Serbaguna BAPPEDA Kukar,  pada Senin (12/01/2026).

Kegiatan ini menjadi tahapan awal dalam menyusun arah pembangunan daerah Kukar untuk tahun 2027.Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, menyampaikan bahwa kick off meeting tersebut telah berhasil dilaksanakan dan menjadi landasan penting dalam proses penyelesaian RKPD 2027.\

Ia menyebutkan, sejumlah arahan strategis dari Bupati Kukar telah disampaikan kepada seluruh perangkat daerah.

“Alhamdulillah hari ini kita bisa menyelesaikan kick off untuk penyelesaian RKPD 2027. Tadi di antara yang sudah saya sampaikan sesuai dengan arahan Pak Bupati, ada beberapa kebijakan penyesuaian rencana pelaksanaan kegiatan tahun 2027,” ujarnya.

Baca Juga :  Peringatan HUT ke-26 DWP Kukar, Sekda Tekankan Peran Strategis Dukung Pemerintahan

Penyesuaian tersebut, lanjutnya, berkaitan erat dengan upaya efisiensi anggaran, koreksi terhadap APBD, serta penyesuaian dengan kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi yang wajib didukung oleh pemerintah daerah.

Menurutnya, seluruh perangkat daerah memberikan respons yang positif terhadap kebijakan dan arah penyusunan RKPD yang disampaikan. Ia optimistis tahapan lanjutan dapat berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

“InsyaAllah dalam tahapan selanjutnya, setelah ini akan ada musrenbang di tingkat desa, kelurahan, kecamatan, termasuk tingkat kabupaten, yang mudah-mudahan bisa selesai di bulan Februari mendatang,” jelasnya.

Dalam kick off meeting tersebut, juga disepakati adanya perubahan skenario pelibatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam penyusunan RKPD.

Salah satunya melalui pengelompokan forum perangkat daerah berdasarkan rumpun urusan agar pelaksanaannya lebih efektif dan fokus.

“Forum RKPD perangkat daerah kita upayakan supaya lebih efektif dengan dikelompokkan berdasarkan rumpun urusan, dan nantinya dilaksanakan di bawah koordinasi masing-masing asisten,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bupati Ingin Seluruh Kecamatan di Kukar Memiliki Masjid Besar Sebagai Pusat Ibadah Umat Islam

Ia merinci, Asisten I akan membawahi urusan pemerintahan dan kesejahteraan rakyat, Asisten II bidang pembangunan, serta Asisten III urusan kepegawaian dan keuangan.

Skema ini diharapkan dapat memperkuat keterkaitan antar-OPD yang memiliki irisan program dan kegiatan.

Selain itu, tantangan lain yang menjadi perhatian adalah memastikan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan di masing-masing rumpun urusan.

Ia pun mencontohkan keterlibatan forum anak, forum Dewan Pendidikan, hingga forum TGSP yang perlu diakomodir secara tepat.

“Kita minta tolong kepada Bappeda untuk memetakan stakeholder tersebut, sehingga format RKPD yang disusun oleh masing-masing asisten bisa langsung sesuai dengan apa yang seharusnya,” pungkasnya. (ltf/fdl)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Bupati Kukar Melantik Pj Kepala Desa Long Beleh Modang dan Sejumlah Anggota BPD

Advertorial

DPRD Kukar Menggelar Rapat Paripurna Agenda Penyampaian Nota Keuangan Raperda Tentang APBD Perubahan 2024

Advertorial

Anggota DPRD Tanggapi Rencana Pemerintah Tentang Pengadaan Sarana dan Prasarana di 12 Perumahan di Kutim

Advertorial

Bupati Kukar Serahkan Bantuan Alsintan Kepada Gapoktan Jati Makmur Kecamatan Muara Kaman

Advertorial

Wakil Ketua DPRD Kutim Apresiasi Gelaran Turnamen Bola Voli Bertajuk Bupati Cup

Advertorial

Sinergi Pemkab dan TNI Wujudkan Kukar Sebagai Lumbung Pangan Penunjang IKN

Advertorial

Anugerah Pemuda 2025 Sukses Digelar, Pemuda Kukar Didorong Jadi Agen Perubahan

Hukum - Kriminal

Pemkab Kukar Pastikan Program MBG Tetap Berjalan Meski Ada Kasus Korupsi di Tingkat Pusat