Home / Infrastruktur / Pemerintah

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:26 WIB

Dinas PU Kukar Percepat Penanganan Jalan Penghubung Kota Bangun–Kenohan, 7 Titik Rusak Parah Jadi Prioritas

Wiyono - Kepala Dina PU Kukar (Latif/Eksposisi)

Wiyono - Kepala Dina PU Kukar (Latif/Eksposisi)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Kondisi jalan penghubung Kecamatan Kota Bangun menuju Kenohan yang mengalami kerusakan parah menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Wiyono, menyebut pihaknya telah dipanggil Bupati Kukar untuk membahas langkah percepatan penanganan di lapangan.

Menurut Wiyono, rapat koordinasi tersebut digelar sebagai respons atas keluhan masyarakat yang semakin meningkat terkait kerusakan jalan di ruas strategis tersebut.

“Beliau berharap agar ada percepatan langkah-langkah penanganan di lapangan,” ujarnya, pada Selasa (03/03/2026).

Ia menjelaskan, panjang ruas jalan yang mengalami kerusakan saat ini kurang lebih mencapai 4 kilometer. Dari total tersebut, terdapat sekitar tujuh titik dengan kondisi kerusakan yang tergolong cukup parah dan membutuhkan penanganan segera.

Pada Anggaran Murni Tahun 2026, Pemkab Kukar telah mengalokasikan dana sekitar Rp5 miliar untuk pemeliharaan rutin dan Rp10 miliar untuk konstruksi fisik. Dengan demikian, total anggaran yang disiapkan untuk penanganan ruas tersebut kurang lebih Rp15 miliar.

Baca Juga :  Anggota DPRD Kutim Sebut Pelayanan Kesehatan di Kecamatan Sangkulirang Masih Terbatas

“Totalnya kurang lebih Rp15 miliar. Tadi arahan dari Bapak Bupati agar prosesnya bisa dipercepat sesuai dengan kemampuan anggaran yang ada,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengakui adanya keterbatasan anggaran yang menjadi tantangan tersendiri. Dinas PU Kukar sebenarnya telah memetakan sejumlah titik kerusakan, tidak hanya di ruas Kota Bangun ke Kenohan, tetapi juga di wilayah lain seperti Muara Kaman dan beberapa kecamatan lainnya.

Dengan luas wilayah Kukar dan kondisi infrastruktur yang masih terbatas, penanganan jalan harus dilakukan secara bertahap. Dinas PU pun memprioritaskan titik-titik dengan tingkat kerusakan paling berat serta berdampak langsung pada mobilitas masyarakat dan distribusi barang.

Baca Juga :  Anggota DPRD Kutim Sebut Banyak Masyarakat Desa Belum Nikmati Fasilitas Dasar

Wiyono juga menyoroti faktor teknis yang mempercepat kerusakan jalan. Menurutnya, tidak semua ruas bisa diperbaiki hanya dengan pelapisan aspal biasa, mengingat kondisi alam dan struktur tanah di beberapa titik tergolong berat.

“Kelas jalan kabupaten idealnya untuk beban 8 sampai 10 ton. Namun kendaraan yang melintas sering kali melebihi kapasitas tersebut, ditambah lagi faktor cuaca,” katanya.

Ia menegaskan, pemerintah daerah tetap berkomitmen melakukan penanganan secara bertahap setiap tahun. Namun, laju kerusakan yang lebih cepat dibandingkan kemampuan anggaran kerap menjadi kendala dalam mewujudkan perbaikan menyeluruh.

“Pada prinsipnya kami tetap berupaya melakukan penanganan setiap tahun. Hanya saja, kecepatan kerusakan sering kali lebih tinggi dibandingkan kemampuan anggaran untuk memperbaiki,” pungkasnya. (ltf/fdl)

Share :

Baca Juga

Advertorial

DP3A Kukar Menggelar Rakor Pelaksanaan Pengarustamaan Gender dan PPRG

Advertorial

Disdikbud Kukar Bersama PP PAUD Bersinergi Memberikan Layanan Pendidikan Berkualitas

Advertorial

Wakil Ketua DPRD Kukar Berkomitmen Mendukung Peningkatan Kesejahteraan Petani Sawit

Advertorial

Disdikbud Kukar Mengusulkan Masjid Jami Aji Amir Hasanuddin Jadi Cagar Budaya Nasional

Hukum - Kriminal

Kasus Kekerasan Anak Dominasi Pengaduan di Kukar, UPTD P2TP2A Tangani 204 Kasus Sepanjang 2025

Pemerintah

Ratusan Mahasiswa Unikarta Terima Beasiswa Gratispol Pemprov Kaltim, Biaya Kuliah yang Sudah Terbayar Diganti

Advertorial

Kemendikbud Kemdikbudristek bersama Tanoto Foundation Salurkan Bantuan Buku Bacaan di Kukar

Hukum - Kriminal

DPRD Kukar Menggelar Dialog Terbuka Bersama Akademisi dan Mahasiswa Bahas Produk Hukum