Home / Serba Serbi

Kamis, 19 Maret 2026 - 15:33 WIB

Mudik Dari Tenggarong ke Melak Naik Kapal, Lebih Nyaman dan Santai Menikmati Perjalanan

Suasana Dermaga Stadion Aji Imbut (Latif/Eksposisi)

Suasana Dermaga Stadion Aji Imbut (Latif/Eksposisi)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Moda transportasi air masih menjadi pilihan sebagian warga Kutai Kartanegara (Kukar) untuk mudik Lebaran. Selain menjadi alternatif, perjalanan menggunakan kapal dinilai memberikan kenyamanan tersendiri bagi penumpang yang hendak pulang kampung ke wilayah hulu.

Salah satu pemudik, Hendra, memilih menggunakan kapal untuk kembali ke kampung halamannya di Kecamatan Melak, Kabupaten Kutai Barat (Kubar). Ia berangkat bersama sang istri, Mira, dari Tenggarong untuk merayakan Lebaran bersama keluarga.

“Saya Hendra, bersama istri saya Mira dari Tenggarong. Kami mau mudik ke Melak karena momen Lebaran, ingin pulang dan bertemu orang tua,” ujarnya, pada saat ditemui sedang menunggu kapal pada Kamis (19/03/2026).

Menurut Hendra, alasan utama memilih transportasi sungai adalah faktor kenyamanan selama perjalanan. Dibandingkan jalur darat, perjalanan dengan kapal dinilai lebih santai dan tidak melelahkan.

Baca Juga :  Kiprahnya Diapresiasi, Dua Warga Diangkat jadi Tokoh Besar Kecamatan Tabang

“Karena lebih santai, bisa duduk, tidur, dan istirahat. Sebenarnya ada opsi pakai mobil, tapi tidak kuat di perjalanan darat,” jelasnya.

Ia mengaku sudah cukup sering menggunakan kapal untuk bepergian ke kampung halaman, baik saat momen Lebaran maupun di waktu lainnya. Moda transportasi air sudah menjadi pilihan yang familiar baginya.

Hendra menyebut kampung halamannya berada di kawasan Sumber Sari, Melak. Di sana, kedua orang tuanya telah menunggu untuk berkumpul di momen Hari Raya.

Perjalanan menggunakan kapal diperkirakan memakan waktu hingga belasan jam. Ia menyebut biasanya kapal tiba di tujuan pada dini hari.

“Kalau pakai kapal, biasanya sampai sekitar jam tiga dini hari. Kalau balik ke Tenggarong biasanya lebih cepat, pagi sudah sampai,” terangnya.

Baca Juga :  Pemkab Meluncurkan Program Kredit Kukar Idaman Diperuntukkan Bagi Petani, Nelayan dan Pembudidaya Ikan

Dari sisi biaya, tiket kapal dinilai masih terjangkau. Hendra mengungkapkan harga tiket berkisar antara Rp180 ribu hingga Rp200 ribu per orang.

Untuk keberangkatan kali ini, tiket telah dipesan lebih dulu oleh istrinya sejak beberapa hari sebelumnya. Sementara dirinya baru membeli tiket sehari sebelum berangkat dan masih mendapatkan tempat.

“Istri beli duluan hari Senin. Saya menyusul karena belum pasti ikut, baru beli kemarin dan masih dapat tiket,” tuturnya.

Ia juga membandingkan kondisi arus mudik tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, biasanya tiket kapal cepat habis karena tingginya minat masyarakat.

“Kalau dibanding tahun-tahun lalu, biasanya penuh. Sekarang masih ada tiket,” pungkasnya. (ltf/fdl)

Share :

Baca Juga

Politik

Tokoh Pemuda Kubar Frederik Edwin Berikan Bantuan Sosial Kepada Warga Kampung Minta

Bisnis

Tingkatkan Jangkauan Pasar, Rumah Cokelat Lung Anai Binaan PT MHU Raih Sertifikasi Halal

Pemerintah

Temu Karya Karang Taruna Kaltim Jadi Ajang Konsolidasi Pemuda Hingga ke Tingkat Akar Rumput

Pendidikan-Kesehatan

SMSI Kukar Semarakkan HPN 2026 Lewat Diskusi Publik dan Lomba Jurnalistik

Serba Serbi

Pengurus PWI Kukar Periode 2025–2028 Dilantik, Fokus Peningkatan Kualitas dan Kapasitas Wartawan

Advertorial

Pemerintah Kecamatan Anggana Libatkan Perusahaan Swasta Melakukan Pemugaran Makam Habib Tunggang Parangan

Bisnis

Peringati Bulan K3 Nasional 2024, MHU Bawa Misi Merajut Keselamatan Bersama Mitra Kerja

Advertorial

Persiapan Jelang Haul Akbar Habib Tunggang Parangan Mencapai 90 Persen