Home / Pemerintah / Serba Serbi

Sabtu, 4 April 2026 - 15:47 WIB

Puncak Perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di Kerta Buana Perkuat Harmoni dan Persatuan

Perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di Desa Kerta Buana (Latif/Eksposisi)

Perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di Desa Kerta Buana (Latif/Eksposisi)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Puncak Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di Desa Kerta Buana berlangsung khidmat dan penuh makna. Kegiatan ini mengusung tema “Vasudhaiva Kutumbakam: Nusantara Harmoni, Indonesia Maju”. Digelar di Pura Paso Pati, Desa Kerta Buana L4, Kecamatan Tenggarong Seberang, pada Jumat (03/04/2026).

Rangkaian kegiatan tersebut diisi dengan Dharma Santi yang menjadi tradisi umat Hindu setelah pelaksanaan Nyepi. Momentum ini dimanfaatkan sebagai ajang mempererat tali silaturahmi antarumat dan masyarakat sekitar.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Kalimatan Timur (Kaltim), Seno Aji, Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, dan Anggota DPRD Kukar.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan keagamaan tersebut dengan penuh kebersamaan.

Baca Juga :  Pemkab Kutim Salurkan Bantuan Ambulan Bagi Puskesmas, Bupati Sebut Demi Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

Aulia menjelaskan bahwa Dharma Santi merupakan bagian penting dari rangkaian perayaan Nyepi yang sarat makna kebersamaan dan saling memaafkan antar sesama.

“Dharma Santi ini secara harfiah adalah halal bihalal setelah dilaksanakan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948,” ujarnya.

Menurutnya, perayaan Nyepi bukan hanya menjadi momen keagamaan, tetapi juga waktu yang tepat untuk melakukan introspeksi diri. Setiap individu diajak untuk merenungi perjalanan hidupnya secara mendalam.

Refleksi diri yang dilakukan saat Nyepi menjadi landasan untuk memperbaiki diri ke depan, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam bermasyarakat.

“Pada saat Nyepi, orang merenungi dirinya, melihat apa yang sudah dilakukan di masa lalu, apa yang dilakukan hari ini, dan apa yang akan dilakukan di hari esok,” katanya.

Baca Juga :  Kepala Disdikbud Kukar Menegaskan Bahwa Pendidikan Milik Semua

Ia menekankan pentingnya nilai karma dalam kehidupan umat Hindu, di mana setiap perbuatan akan memiliki konsekuensi yang harus dipertanggungjawabkan.

Melalui Dharma Santi, masyarakat diajak untuk saling memaafkan dan mempererat persatuan, sehingga tercipta kehidupan yang harmonis dan damai di tengah keberagaman.

Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong pengembangan kegiatan budaya seperti ogoh-ogoh agar dapat direncanakan lebih baik serta memiliki dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

“Selain itu, dalam waktu dekat juga direncanakan pemanfaatan taman musik di Tenggarong sebagai wadah penampilan kesenian dari berbagai suku yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara,” pungkasnya. (ltf/fdl)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Kawal Program Penting Sektor Perkebunan dan Pertanian, Yusri Yusuf Ingin Masuk Komisi B DPRD Kutim

Advertorial

Sekda Minta Satpol PP Kukar Aktifkan Patroli dan Razia Rutin

Advertorial

Komisi IV DPRD Kaltim Minta Pemprov Tingkatkan Kualitas SLB

Advertorial

Festival Pekan Budaya Bahari Digelar di 20 Kecamatan di Kukar

Pemerintah

Wabup Rendi Solihin Pastikan Tahun 2023 Tidak Ada Lagi Bangunan Posyandu Tidak Layak Pakai
Suasana lomba berbahasa Kutai

Advertorial

Disdikbud Kukar Menggelar Festival Bahasa Ibu, Sejumlah Seni Berbahasa Kutai Dilombakan

Advertorial

Pokdarwis B3 Desa Pela Menerima Penghargaan Kalpataru 2024 Kategori Penyelamat Lingkungan

Peristiwa

SBY Bermimpi Naik Kereta Bersama Jokowi dan Megawati, Tiket Perjalanan Dibayari Presiden ke-8 RI