KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendukung upaya menjaga budaya lokal, salah satunya pelestarian Bahasa Kutai.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menegaskan pentingnya pelestarian bahasa daerah, khususnya Bahasa Kutai, sebagai bagian dari identitas budaya yang tidak ternilai.
“Bahasa Kutai ini harus kita jaga dan kita rawat, karena ini merupakan salah satu kekayaan yang dimiliki oleh Kutai Kartanegara,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa Bahasa Kutai memiliki keragaman dialek yang berbeda di setiap wilayah, yang justru menjadi kekayaan budaya yang perlu dipertahankan.
“Kalau bahasa Kutai ini yang kita pahami, beda tempat itu sudah agak beda bahasanya. Seperti di Kota Bangun, naik ke Kedang Ipil sudah agak beda logatnya,” ungkapnya.
Aulia mengaku bahwa generasi saat ini mulai mengalami keterbatasan dalam memahami Bahasa Kutai Lawas, yang menjadi salah satu bentuk bahasa tradisional yang lebih tua.
Sebagai upaya konkret, pemerintah daerah berencana mendorong pengenalan dan pembelajaran Bahasa Kutai di lingkungan sekolah, agar generasi muda tetap mengenal dan menjaga warisan budaya tersebut.
“Ini harus kita sampaikan ke anak-anak kita yang ada di sekolah untuk kita jaga pelestariannya,” pungkasnya. (ltf/fdl)









