KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) pada Sabtu (25/04/2026) menjadi momentum penting dalam proses konsolidasi dan regenerasi kepengurusan partai di tingkat kecamatan.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kukar, Rendi Solihin, menyampaikan bahwa kegiatan ini difokuskan untuk melakukan penyegaran struktur Pengurus Anak Cabang (PAC) di seluruh wilayah Kukar.
“Ada yang tetap melanjutkan, ada juga yang kami dorong naik ke DPC, sehingga diisi oleh kader-kader baru,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proses regenerasi tersebut tidak hanya sekadar pergantian struktur, tetapi juga bagian dari strategi partai dalam memperkuat kualitas organisasi di tingkat akar rumput.
Menurutnya, komposisi kepengurusan saat ini didominasi oleh generasi muda yang dinilai memiliki semangat dan energi baru dalam menggerakkan roda organisasi partai ke depan.
“Diharapkan bisa membawa semangat baru dalam perjuangan partai di Kutai Kartanegara,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa PDI Perjuangan tetap solid di Kukar dan memiliki komitmen kuat untuk terus berjuang bersama masyarakat.
Ia juga menyoroti pentingnya menyiapkan kader-kader masa depan, khususnya dari kalangan generasi muda, agar lebih memahami dinamika politik sejak dini.
“Kami juga menyiapkan wajah-wajah baru ke depan, termasuk generasi muda yang mulai kami dorong untuk melek politik sejak dini,” katanya.
Ia juga menegaskan komitmen partai untuk tetap konsisten dalam garis perjuangan dan tidak bersikap oportunis dalam berpolitik.
“PDI Perjuangan bukan partai transit dan kami kami menginstruksikan seluruh kader, termasuk fraksi, untuk turun langsung ke masyarakat,” katanya.
Ia menekankan bahwa fokus utama partai saat ini bukan pada rivalitas politik, melainkan memperkuat basis dukungan di tingkat bawah melalui kerja nyata.
Ia juga menyinggung dinamika pembangunan yang tengah berlangsung, termasuk kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) yang dinilai membawa tantangan sekaligus peluang bagi daerah.
Menurutnya, kondisi tersebut harus direspon dengan kesiapan organisasi yang matang dan soliditas kader yang terjaga.
“Dengan berbagai skema pembangunan yang ada, termasuk kehadiran IKN, kami menyatakan kesiapan untuk menghadapi kontestasi ke depan dengan soliditas yang utuh,” pungkasnya. (ltf/fdl)










