Home / Bisnis / Ekonomi / Finansial / Pemerintah

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:50 WIB

Pemkab Kukar Dorong Hilirisasi Tanaman Lokal Bernilai Tinggi

Aulia Rahman Basri - Bupati Kutai Kartanegara (Latif/Eksposisi)

Aulia Rahman Basri - Bupati Kutai Kartanegara (Latif/Eksposisi)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong pengembangan potensi sumber daya alam lokal melalui hilirisasi komoditas unggulan.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengungkapkan, saat ini komoditas keratom dari Kukar sudah memiliki pasar ekspor, khususnya ke India. Namun, nilai jualnya dinilai masih belum optimal karena masih dalam bentuk bahan mentah.

Pemerintah daerah melihat peluang besar jika komoditas tersebut diolah lebih lanjut menjadi produk ekstrak.

“Keratom ini sebenarnya punya nilai yang jauh lebih tinggi ketika sudah diolah menjadi ekstrak, bukan lagi dalam bentuk bahan mentah,” ujarnya.

Selain keratom, Pemkab Kukar juga mengidentifikasi sejumlah tanaman khas daerah lainnya, seperti teratai, yang memiliki nilai ekonomis tinggi di pasar internasional. Potensi ini dinilai perlu dikelola secara serius agar dapat memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah.

Baca Juga :  Fraksi Golkar DPRD Kutim Meminta Pemkab Segera Melakukan Pembahasan dan Persetujuan RAPBD 2025

“Tidak hanya keratom, ada juga tanaman khas seperti teratai yang punya nilai tinggi ketika sudah dalam bentuk ekstrak,” katanya.

Dalam upaya pengembangan tersebut, Pemkab Kukar berkolaborasi dengan kalangan akademisi, dari Fakultas Farmasi dan Kehutanan Universitas Mulawarman, guna memastikan pengolahan komoditas berjalan secara ilmiah dan berkelanjutan.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi pemerintah daerah untuk mengambil peran lebih besar dalam pengelolaan sumber daya lokal. Dengan keterlibatan berbagai pihak, diharapkan proses hilirisasi dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat luas.

“Ini bukan hanya melibatkan badan usaha, tetapi juga akademisi agar pengembangannya bisa berjalan dengan baik dan terarah,” jelasnya.

Baca Juga :  Bupati Kukar Hormati Proses Hukum Terkait Penggeledahan Disdikbud oleh Kejati Kaltim, Minta Penyelesaian Temuan BPK Tetap Diberi Ruang

Aulia menegaskan bahwa tujuan utama dari pengembangan ini adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan komoditas bernilai tinggi yang dimiliki daerah.

“Harapan kita, bahan baku yang ada di Kukar ini bisa kita olah sehingga memberikan nilai ekonomis yang lebih tinggi dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, Pemkab Kukar menargetkan penyelesaian studi kelayakan (feasibility study) pada tahun 2026. Studi ini akan menjadi dasar dalam menentukan arah pengembangan industri hilirisasi komoditas tersebut.

“Tahun ini target kita feasibility study selesai, dan tahun depan kita sudah bisa masuk ke tahap pengadaan mesin,” pungkasnya. (ltf/fdl)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Pjs Bupati Kutim Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

Advertorial

Lima Anggota DPRD Kukar Dilakukan PAW, Sekwan Ungkapkan Masih Ada Satu Pengajuan Lagi

Advertorial

Bupati Kukar Membuka Acara Pembentukan REDKAR Kecamatan Tenggarong

Advertorial

Bentuk Wirausaha Bidang Olahraga Berprestasi, 20 Atlet Kaltim Diberi Pembekalan

Advertorial

Wisata Pantai Biru Desa Kersik, Ramai Pengunjung Saat Libur Lebaran

Advertorial

Anggota DPRD Kutim Ajak Generasi Muda Tingkatkan Nasionalisme di HUT Ke-79 Kemerdekaan RI

Advertorial

DPRD Kaltim Menggelar RDP Membahas RPJMD 2025-2029, Pemerataan Pendidikan dan Peningkatan PAD Jadi Prioritas

Pemerintah

MAN 2 Tenggarong Dideklarasikan Sebagai Sekolah Ramah Anak, Upaya Penguatan Lingkungan Pendidikan yang Aman