Home / Pendidikan-Kesehatan / Serba Serbi

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:45 WIB

Petala Luncurkan Album Kedua “Puratanabhumi”, Angkat Warisan Budaya Kutai Lewat Musik Tradisi

Acara peluncuran album kedua Petala yang berjudul Puratanabhumi (Latif/Eksposisi)

Acara peluncuran album kedua Petala yang berjudul Puratanabhumi (Latif/Eksposisi)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Grup musik tradisi asal Kutai Kartanegara (Kukar), Petala, meluncurkan album kedua bertajuk “Puratanabhumi” pada Jumat (10/7/2026) malam. Album tersebut menjadi karya terbaru yang mengangkat sejarah, budaya, dan identitas Kutai melalui balutan musik etnik kontemporer.

Ketua Petala, Achmad Fauzi, mengatakan album “Puratanabhumi” memiliki makna “suara tanah tua” yang diambil dari bahasa Sanskerta. Judul tersebut dipilih sebagai simbol bahwa Kukarmerupakan salah satu kawasan dengan sejarah kerajaan tertua di Indonesia yang menyimpan kekayaan budaya dan literasi.

Menurutnya, seluruh lagu dalam album tersebut berangkat dari semangat untuk memperkenalkan berbagai nilai budaya yang dimiliki Kutai kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda.

“Kenapa suara tanah tua? Karena Kutai Kartanegara dikenal sebagai salah satu kerajaan tertua. Tanah tua ini menyimpan begitu banyak sejarah, literasi, dan harta karun berupa kebudayaan. Itulah yang kami highlight di lagu-lagu dalam album ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan proses penyusunan album dimulai sejak Agustus 2025. Berbeda dengan pola peluncuran album pada umumnya, Petala lebih dulu merilis setiap lagu dalam bentuk single di platform digital sebelum akhirnya seluruh karya tersebut dikumpulkan menjadi satu album yang resmi dirilis pada Mei 2026.

Baca Juga :  7 Perusahaan Turut Berpartisipasi Membantu Pembangunan Taman Kota di Tenggarong

Selama proses produksi, Petala memilih mengerjakan seluruh tahapan secara mandiri, mulai dari proses rekaman, mixing, hingga mastering. Meski menghadapi sejumlah kendala teknis, hal tersebut dinilai sebagai bagian yang wajar dalam proses berkarya.

“Tapi kami menikmatinya karena dikerjakan bersama-sama. Justru kendala terbesar bagi kami adalah kalau kami berhenti bergerak. Selama terus berkarya, semua tantangan pasti bisa dihadapi,” katanya.

Fauzi juga menjelaskan bahwa Petala merupakan identitas baru grup yang sebelumnya dikenal dengan nama Olah Gubang. Pergantian nama dilakukan setelah kelompok musik tersebut membentuk manajemen yang berdiri sendiri dan tidak lagi berada di bawah naungan yayasan.

Ia menerangkan, nama “Petala” berasal dari bahasa Melayu kuno yang berarti lapisan atau tingkatan. Filosofi tersebut menggambarkan harapan agar perjalanan kelompok musik ini terus meningkat layaknya menaiki anak tangga menuju tujuan yang lebih besar.

Baca Juga :  Jalan Santai Peringatan Hari Bhayangkara Jadi Momentum Polsek Loa Kulu Perkuat Kedekatan dengan Warga

“Petala artinya lapisan atau tingkatan. Kami mengaitkannya dengan tujuh nada, tujuh lapis bumi dan langit. Harapannya Petala terus naik tingkat, berkembang, dan mencapai tujuan yang lebih tinggi melalui karya-karya yang kami hasilkan,” ungkapnya.

Meski baru melakukan rebranding kurang dari satu tahun, Petala telah berhasil melahirkan dua album dalam dua tahun berturut-turut. Bahkan, saat ini mereka telah memulai proses penggarapan album ketiga.

Ia pun menilai musik berbasis tradisi memiliki peluang besar untuk diterima di tingkat nasional maupun internasional.

Menurutnya, masyarakat dunia justru memiliki ketertarikan terhadap musik yang mengangkat identitas budaya dan bahasa daerah yang autentik.

Karena itu, Petala memilih untuk terus menghasilkan karya sebagai strategi memperkenalkan budaya Kutai kepada dunia melalui jalur musik tradisi.

“Cara kami menuju panggung dunia adalah terus melempar sebanyak mungkin karya. Nanti akan ada satu atau dua karya yang diterima, dan dari situlah budaya Kutai bisa semakin dikenal,” pungkasnya. (ltf/fdl)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Disdikbud Kukar Harap Pasangan Duta Budaya yang Baru Dinobatkan Bisa Jadi Contoh Generasi Muda

Advertorial

Ratusan Siswa dan Guru di Kukar Ikuti Lomba Gerak Jalan Pelajar Idaman Peringatan Hardiknas

Advertorial

Disdikbud Kukar Dorong Pengembangan Kegiatan P5 untuk Hasilkan Karya Kreativitas

Advertorial

Meriahkan HUT PGRI dan HGN, SDN 031 Loa Kulu Tampilkan Hasil Kreativitas Siswa

Advertorial

Anggota DPRD Kaltim Dorong Pemprov Benahi Infrastruktur Pendidikan

Advertorial

Lestarikan Musik Tradisional, Disdikbud Kukar Mengaransemen Lagu Khas Erau Ciptaan Ahmad Gambus

Bisnis

PT MHU-MMSGI Kembali Borong Penghargaan Top CSR Awards 2024

Serba Serbi

Varietas Durian Long Iram Dipatenkan Melalui Kontes Durian Unggul