Home / Pemerintah / Peristiwa

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:07 WIB

Kantor Diskominfo Kukar Diduga Sengaja Dibakar, Sekda: Jangan Selesaikan Masalah dengan Tindakan Pribadi

Gedung Kantor Diskominfo Kukar (Latif/Eksposisi)

Gedung Kantor Diskominfo Kukar (Latif/Eksposisi)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Kebakaran menimpa Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Jalan Pahlawan, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong,pada Selasa (11/8/2026) pagi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, mengatakan pihaknya telah menerima laporan terkait peristiwa tersebut. Namun, laporan yang diterima pemerintah daerah saat ini masih berupa laporan pendahuluan sehingga penyebab maupun latar belakang kejadian masih perlu didalami.

“Diskominfo saya memang dapat laporan, tapi sekarang kan baru laporan pendahuluan. Prinsipnya ya kita tetap memakai asas praduga tak bersalah,” ujarnya saat ditemui di Rumah Jabatan Bupati Kukar, pada Selasa (11/8/2026).

Sunggono menyebut, apabila hasil pendalaman nantinya menunjukkan adanya unsur pidana, maka proses penyelesaian dapat ditempuh melalui jalur hukum sesuai dengan kewenangan pihak terkait.

“Kalau ini memang harus diselesaikan secara hukum, ya kalau memang itu ranahnya ke sana, silakan,” katanya.

Ia mengungkapkan, Bupati Kukar juga telah mengarahkan Kepala Diskominfo untuk terlebih dahulu mendalami persoalan yang melatarbelakangi peristiwa kebakaran tersebut. Pemerintah daerah, kata Sunggono, tidak ingin mengambil kesimpulan sebelum informasi yang diperoleh benar-benar jelas.

Sunggono mengaku prihatin atas kejadian tersebut. Ia berharap, apabila terdapat persoalan yang melibatkan ASN maupun tenaga honorer dengan OPD atau pimpinan di lingkungan Pemkab Kukar, persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui komunikasi.

Baca Juga :  Anggota DPRD Kutim Soroti Anggaran di Kecamatan Muara Bengkal yang Tidak Transparan

“Kita prihatin juga. Berharap mudah-mudahan teman-teman ASN yang lain atau mungkin ini kan tenaga honor juga ya, kalau ada permasalahan, bicarakanlah baik-baik,” katanya.

Menurut Sunggono, Pemkab Kukar tidak menutup ruang komunikasi bagi pegawai yang memiliki persoalan di lingkungan kerjanya. Bahkan, ia mengaku pernah menerima langsung tenaga honorer yang menyampaikan persoalan terkait hubungan kerja dengan OPD maupun pimpinan.

Karena itu, Sunggono mengingatkan agar setiap persoalan tidak diselesaikan melalui tindakan pribadi, terlebih tindakan yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan tempat bekerja.

“Jangan sampai melakukan tindakan-tindakan pribadi yang karena tidak suka, karena bermasalah dengan satu dua orang, kemudian ujung-ujungnya merugikan diri sendiri dan keluarga,” tegasnya.

Saat ditanya mengenai dugaan bullying yang disebut-sebut berkaitan dengan peristiwa tersebut, Sunggono enggan berspekulasi. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak ingin berandai-andai sebelum mendapatkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kita tidak mau, saya tidak mau berandai-andai, tidak mau berduga atau berasumsi,” ucapnya.

Sunggono menekankan, setiap persoalan pada dasarnya dapat dicari jalan keluarnya selama semua pihak bersedia membuka diri dan berkomunikasi. Ia menyebut hal tersebut juga menjadi pesan yang disampaikan Bupati Kukar dalam menyikapi berbagai persoalan.

Baca Juga :  Bupati Meresmikan Gedung BPU dan Posyandu di Desa Loa Ulung

“Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan, sepanjang kita mau saling membuka diri untuk saling berkomunikasi,” jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan laporan sementara yang diterima Sunggono dari Kepala Diskominfo Kukar, bagian gedung yang terdampak kebakaran berada di lantai tiga, tepatnya ruang rapat. Ruangan tersebut juga merupakan tempat bekerja pegawai yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.

“Kalau tadi laporan sementara dari Pak Kadis, ruang rapat di lantai tiga. Ruangan itu tempat bekerja yang bersangkutan,” katanya.

Sunggono menyayangkan apabila fasilitas kantor yang digunakan sebagai tempat bekerja justru dirusak oleh orang dari lingkungan sendiri. Menurutnya, kantor merupakan tempat para pegawai menjalankan tugas sekaligus mencari penghidupan.

Terkait pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut, Sunggono menyebut terduga bukan merupakan ASN, melainkan tenaga honorer atau tenaga kontrak. Ia mengatakan terduga telah diamankan untuk menjalani proses lebih lanjut.

“Bukan ASN, tenaga honor, tenaga kontrak, sudah diamankan. Ya, sepertinya begitu,” pungkasnya. (ltf/fdl)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Sosialisasi Naskah Kuno, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kukar Dorong Pelestarian dan Perawatan

Advertorial

Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Minta Pemprov Tingkatkan Kualitas Sarana dan Prasarana Pendidikan

Advertorial

Ketua DPRD Kaltim Usulkan Program Gratispol Ditingkatkan Jadi Perda

Advertorial

Program Padat Karya Produktif Usulan Kelurahan Maluhu Akhirnya Terealiasi

Advertorial

Orang Tua Diminta Lakukan Pendampingan Anak saat Transisi PAUD Menuju SD

Pemerintah

Upaya Antisipasi Kebakaran, Disdamkarmatan Kukar Pasang Hydrant Kering di Permukiman Padat

Advertorial

DPRD Kukar Menggelar Rapat Paripurna Bahas KUA-PPAS APBD 2025, Prioritaskan Pembangunan Sesuai RPJMD

Advertorial

Peringatan Hardiknas 2023, Ketua DPRD Kaltim Ajak Perdalam Filosofi Pengajar