KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Kartanegara (Kukar) turut dilibatkan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) kusunya Kukar. Kondisi tersebut dinilai berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan masyarakat, khususnya akibat paparan asap.
Kepala Dinkes Kukar, Ismi Mufidah, mengatakan berdasarkan informasi titik panas dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi di Kalimantan Timur saat ini cukup mengkhawatirkan.
“Kalimantan Timur itu merah semua, dari titik panasnya, sumber dari BMKG,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Jumat (28/8/2026).
Meski demikian, Ismi mengapresiasi respons cepat petugas pemadam kebakaran (damkar) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar dalam menangani titik-titik karhutla.
Menurutnya, penanganan yang cepat menjadi salah satu faktor yang membuat kondisi di Kukar tidak separah sejumlah wilayah lain di Kalimantan yang juga tengah menghadapi karhutla.
“Tapi saya salut teman-teman damkar dan BPBD, mereka kerja untuk memadamkan itu cepat. Cepat penanganannya. Jadi mungkin makanya kita tidak separah kalau di sini,” katanya.
Ismi membandingkan kondisi tersebut dengan sejumlah wilayah lain seperti Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat yang juga terdampak karhutla. Menurutnya, semakin cepat api ditangani, maka potensi dampak asap terhadap kesehatan masyarakat juga dapat ditekan.
Di tengah meningkatnya potensi karhutla, Dinkes Kukar juga memperhatikan kebutuhan alat pelindung diri, khususnya masker bagi petugas yang berada di lapangan.
Ismi menyebut kebutuhan masker, termasuk jenis yang memiliki tingkat perlindungan lebih tinggi seperti N95, telah disampaikan oleh pihak terkait. Namun, kondisi keterbatasan anggaran membuat pengadaan harus disesuaikan dengan kemampuan yang tersedia.
Ia menjelaskan, salah satu permintaan resmi masker yang diterima Dinkes Kukar berasal dari Polres Kukar. Dengan keterbatasan anggaran, Dinkes kemudian mengalokasikan dana yang tersedia untuk menambah persediaan masker.
“Yang menyurat itu dari Polres. Jadi kita memang akhirnya mengalokasikan yang ada uangnya ini untuk sedikit menambah beli masker,” jelasnya.
Meski jumlah yang dapat dibeli terbatas, langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi untuk melindungi petugas yang terlibat dalam penanganan karhutla.
Ismi juga mengingatkan bahwa kondisi anggaran saat ini berbeda dengan periode ketika pemerintah menghadapi pandemi Covid-19. Efisiensi anggaran membuat kapasitas pembiayaan sektor kesehatan harus diperhitungkan secara cermat.
Karena itu, ia berharap karhutla dapat segera dikendalikan sehingga tidak berlangsung dalam waktu yang panjang dan menimbulkan dampak kesehatan yang lebih luas.
Ismi secara khusus memberikan apresiasi kepada jajaran damkar dan BPBD Kukar yang dinilainya bekerja keras dalam menangani karhutla.
Ia mengaku terus mendapatkan informasi mengenai proses penanganan karhutla melalui komunikasi internal. Dari laporan tersebut, petugas disebut berupaya memastikan titik api dapat segera dipadamkan.
“Saya salut, di grup itu saya dimasukkan. Pak Ape (Kepala Disdamkarmatan Kukar) pokoknya pekerja keras. Beliau hebat. Targetnya hari ini harus selesai, padam begitu,” tuturnya.
Menurut Ismi, kerja cepat petugas di lapangan turut memberikan rasa aman bagi sektor kesehatan. Sebab, apabila karhutla berlangsung lama dan asap semakin meluas, beban fasilitas pelayanan kesehatan dikhawatirkan ikut meningkat.
“Kita juga merasa insyaallah amanlah dipegang orang yang begitu, jadi kita kesehatan juga tidak ketiban pasien dengan kondisi obat terbatas,” ujarnya.
Ismi berharap seluruh upaya penanganan karhutla dapat berjalan maksimal sehingga tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih besar. Terlebih, saat ini sektor kesehatan juga tengah menghadapi keterbatasan anggaran akibat efisiensi.
Ia pun mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama berharap agar kondisi karhutla segera terkendali dan tidak berlangsung panjang.
“Jadi kita sama-sama berdoa, mudah-mudahan semua bisa diatasi, dibantu oleh Allah,” pungkasnya. (ltf/fdl)










