KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, mengapresiasi inovasi teknologi pertanian yang dikembangkan Kelompok Tani Muda Sejahtera di Desa Manunggal Jaya, Kecamatan Tenggarong Seberang.
Hal tersebut disampaikan Aulia saat menghadiri agenda panen raya dan silaturahmi bersama Kelompok Tani Muda Sejahtera, Senin (31/8/2026), yang berlangsung di lahan Kelompok Tani Muda Sejahtera, Desa Manunggal Jaya.
Dalam kegiatan tersebut, selain melaksanakan panen raya, Aulia turut mencoba alat tanam padi otomatis yang dikembangkan oleh kelompok tani bersama Pemuda Tani Indonesia di Desa Manunggal Jaya.
Menurut Aulia, penggunaan teknologi tersebut menjadi salah satu inovasi yang dapat membantu meningkatkan efisiensi dalam proses penanaman padi, terutama dari sisi waktu pengerjaan di lahan pertanian.
“Dengan alat ini, teman-teman bisa menghemat waktu tanam. Yang satu hektare harusnya dua hari, ini bisa dihemat hanya empat sampai lima jam saja,” ujarnya.
Ia menilai inovasi yang dilakukan kelompok tani muda tersebut merupakan sebuah perkembangan positif bagi sektor pertanian di Kabupaten Kukar. Pemanfaatan teknologi, kata dia, menunjukkan bahwa petani di Kukar mulai mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi untuk mendukung produktivitas pertanian.
Aulia menyebut inovasi tersebut juga menjadi salah satu penanda bahwa sektor pertanian di Kukar terus mengalami kemajuan. Menurutnya, penggunaan alat pertanian modern dapat menjadi bagian penting dalam mendorong pertanian yang lebih efektif dan efisien.
“Tentunya ini merupakan salah satu penemuan yang sangat luar biasa dan ini merupakan salah satu penanda bahwa pertanian di Kutai Kartanegara itu semakin maju,” katanya.
Atas inovasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kukar memberikan apresiasi kepada Kelompok Tani Muda Sejahtera dan para pemuda tani yang terlibat dalam pengembangan serta pemanfaatan teknologi pertanian tersebut.
Aulia menegaskan, pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan terhadap kelompok tani, khususnya dalam memenuhi kebutuhan yang dapat menunjang kegiatan pertanian di lapangan.
Dukungan tersebut di antaranya berupa pelatihan dan pemenuhan kebutuhan peralatan pertanian. Namun, pemenuhannya akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan dengan kebutuhan serta kemampuan pemerintah daerah.
“Permintaan teman-teman seperti pelatihan, kebutuhan peralatan itu pelan-pelan akan kita penuhi untuk menambah lagi semangat teman-teman untuk bertani,” pungkasnya. (ltf/fdl)








