Home / Pemerintah / Peristiwa

Rabu, 2 September 2026 - 10:54 WIB

Umat Lintas Agama di Kukar Doa Bersama Berharap Hujan Segera Turun

Salat Istiqa di Halaman Kantor Bupati Kutai Kartanegara (Latif/Eksposisi)

Salat Istiqa di Halaman Kantor Bupati Kutai Kartanegara (Latif/Eksposisi)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisk.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar doa bersama lintas agama, pada Rabu (2/9/2026), sebagai bentuk ikhtiar menghadapi kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah.

Kegiatan tersebut tidak hanya diikuti umat Islam melalui pelaksanaan Salat Istisqa, tetapi juga umat Kristen, Hindu, dan Buddha yang melaksanakan doa bersama di tempat ibadah dan lokasi berbeda.

Umat Islam melaksanakan Salat Istisqa di Lapangan Kantor Bupati Kukar. Sementara umat Kristen melaksanakan doa bersama di Taman Tanjong, umat Hindu di Pura Hindu Loa Ipuh, dan umat Buddha di Vihara Timbau.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, pelaksanaan doa bersama lintas agama tersebut dilakukan dengan satu tujuan, yakni memohon agar hujan segera turun di Kabupaten Kukar.

“Hari ini selain umat Muslim, umat agama yang lain juga melakukan doa bersama dengan satu tujuan. Kita berharap bahwa hujan segera turun di Kabupaten Kutai Kartanegara,” ujarnya.

Menurutnya, kemarau panjang yang terjadi saat ini telah menimbulkan sejumlah dampak bagi masyarakat. Kekeringan tidak hanya meningkatkan potensi terjadinya kebakaran, tetapi juga menyebabkan kesulitan air bersih di sejumlah wilayah.

Baca Juga :  Perda Penanggulangan Bahaya Kebakaran Disahkan, Anggota DPRD Kutim Ungkap Permasalahan Lainnya

“Kita melihat terjadi bencana kebakaran, terjadi bencana kesulitan air bersih di beberapa titik,” katanya.

Dampak kemarau juga dirasakan sektor pertanian. Aulia menyebut sejumlah lahan persawahan masyarakat tidak mendapatkan pasokan air seperti kondisi normal.

“Dan sawah-sawah kita juga tidak teraliri air sebagaimana biasanya atau sebagaimana mestinya,” ucapnya

Karena itu, pemerintah daerah berharap doa bersama yang dilakukan secara lintas agama tersebut menjadi ikhtiar bersama agar hujan segera turun dan kondisi lingkungan maupun aktivitas masyarakat dapat kembali normal.

“Sekali lagi harapan kami dengan melaksanakan salat ini, maka segera diturunkan hujan yang membawa berkah bagi seluruh warga masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara,” tuturnya.

Selain persoalan kekeringan, kondisi kualitas udara juga menjadi perhatian pemerintah daerah menyusul munculnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah.

Aulia mengatakan, berdasarkan kondisi yang dipantau pemerintah daerah, kualitas udara di Kukar masih relatif lebih baik jika dibandingkan dengan sejumlah kabupaten/kota lain di Kalimantan Timur.

“Kalau ISPU kita sebenarnya di Kukar itu kalau dibanding dengan kabupaten kota lain di Kaltim, kita lumayan bagus di tempat kita,” jelasnya.

Baca Juga :  Camat Loa Janan Ingin Dukung Pelatihan Lanjutan Tata Busana dan Menjahit Bagi Warganya

Ia menyebut angka Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di sejumlah wilayah berada pada kisaran 100 hingga 150. Kondisi tersebut tetap perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama ketika melakukan aktivitas di luar ruangan.

Menurut Aulia, alat pengukur kualitas udara yang menjadi rujukan untuk wilayah Kukar berada di sejumlah kawasan, termasuk Muara Jawa, Senipah, dan Samboja. Sementara wilayah hulu juga memiliki keterkaitan dengan pemantauan kualitas udara di daerah sekitarnya.

Ia menjelaskan, kualitas udara di wilayah yang berbatasan dengan Kabupaten Kutai Barat tercatat relatif lebih tinggi, sementara kondisi udara cenderung semakin rendah ketika mengarah ke kawasan perkotaan.

Meski demikian, pemerintah daerah tetap mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan dan menggunakan perlindungan diri ketika berada di luar ruangan.

“Karena memang angkanya ini sudah di atas 50, maka kami menyarankan kepada seluruh warga masyarakat untuk menggunakan alat pelindung diri berupa masker ketika berada di luar ruangan,” pungkasnya. (ltf/fdl)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Anggota DPRD Kaltim Mendorong Pemda Melakukan Evaluasi Menyeluruh Pasca Insiden Kebakaran di Big Mall Samarinda

Advertorial

Desa Batuah Berhasil Meraih Peringkat ke-4 pada Ajang Keterbukaan Informasi Desa 2024

Advertorial

Wakil Ketua DPRD Tegaskan Kaltim Harus Bisa Swasembada Pangan

Pemerintah

Pemkab Kukar Diberi Waktu 60 Hari Tindak Lanjuti Temuan BPK

Pemerintah

Bupati Dorong GAMKI Kukar Perkuat Peran Pemuda dan Gerakan Sosial Kemasyarakatan

Bisnis

Benturan Regulasi IKN, 15 Ribu Pekerja Tambang di Wilayah Delineasi Terancam PHK

Advertorial

Mudahkan Pelayanan Bagi Masyarakat, Dishub Kukar Melakukan Uji KIR Keliling di Kembang Janggut

Advertorial

10 Persen Pajak Sarang Burung Walet akan Dibagi untuk Bumdes