KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Keluhan warga Desa Bakungan, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terkait debu batubara mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan pemerintah daerah akan melakukan pemantauan terhadap kondisi kualitas udara di sejumlah titik yang dinilai berpotensi mengalami pencemaran.
Ia menyebut persoalan kualitas udara tidak hanya berkaitan dengan debu, tetapi juga asap dan bentuk pencemaran lainnya.
“Melihat situasi udara bukan hanya debu, ada asap dan lain sebagainya,” katanya pada Kamis (1/9/2026).
Menurutnya, Pemkab Kukar akan memasang alat pemantau kualitas udara di sejumlah titik potensial. Keberadaan alat tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi udara di lingkungan sekitar secara lebih terukur.
Langkah pemantauan ini juga menjadi upaya pemerintah untuk memperoleh data sebagai dasar dalam menindaklanjuti keluhan masyarakat.
Dengan adanya hasil pengukuran, pemerintah dapat melihat apakah kondisi udara di wilayah tersebut masih sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Aulia menegaskan, hasil pengukuran nantinya akan menjadi salah satu dasar pemerintah dalam mengevaluasi aktivitas yang berpotensi menimbulkan pencemaran udara.
“Kita akan ukur dan memang kalau seandainya ini tidak sesuai dengan Amdal yang sudah disepakati, ya kita akan melakukan tindakan tegas sesuai dengan kewenangan yang dimiliki oleh pemerintah daerah itu sendiri,” tegasnya.

Ia berharap pemasangan alat pemantau tersebut dapat membantu pemerintah dalam memastikan kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah, sekaligus memberikan kepastian kepada masyarakat terkait keluhan yang mereka sampaikan.
“Di beberapa titik potensial, pemerintah daerah Kabupaten Kutai Kartanegara mengambil kebijakan untuk memasang alat untuk melihat pencemaran udara di lingkungan sekitar,” pungkasnya. (ltf/fdl)









