KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Pemerintah Kecamatan Muara Jawa, Kutai Kartanegara (Kukar), terus mempersiapkan pelaksanaan Program RTKU Terbaik melalui koordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, khususnya terkait kepastian anggaran dan mekanisme penyalurannya.
Camat Muara Jawa, Muhammad Ramli, mengatakan koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan pelaksanaan program di tingkat RT. Pihaknya berencana mengutus Kasubag Program dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), didampingi Pendekar Kecamatan, untuk berkomunikasi langsung dengan DPMD Kukar.
Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai tahapan penganggaran sehingga pemerintah kecamatan dapat menyiapkan pelaksanaan program sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Ramli menjelaskan, anggaran Program RTKU Terbaik di Kecamatan Muara Jawa belum masuk. Karena itu, pihaknya masih menunggu informasi lebih lanjut mengenai proses penganggaran dan mekanisme penyaluran dana kepada masing-masing RT.
“RTKU Terbaik di Kecamatan Muara Jawa sampai hari ini anggarannya belum masuk. Jadi, saya sudah menugaskan Kasubag Program, termasuk PPTK-nya, didampingi oleh Pendekar Kecamatan untuk menghadap ke DPMD guna memperjelas sampai di mana sekarang penganggaran untuk RTKU Terbaik ini,” ujarnya pada Selasa 21/10/2026).
Ia menyebutkan, salah satu hal yang perlu dikoordinasikan ialah rencana alokasi anggaran sebesar Rp50 juta untuk setiap RT dari program yang sebelumnya direncanakan sebesar Rp150 juta.
Kepastian besaran anggaran tersebut diperlukan agar setiap RT dapat menyesuaikan rencana kegiatan dengan kemampuan pembiayaan yang tersedia.
Selain itu, pemerintah kecamatan juga perlu memperoleh kejelasan mengenai mekanisme penyaluran anggaran, apakah dana akan langsung masuk ke rekening masing-masing RT atau melalui rekening kecamatan.
Informasi tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan administrasi pelaksanaan program.
Ramli menerangkan, Kecamatan Muara Jawa memiliki 154 RT. Setiap RT terdiri atas ketua, sekretaris, dan bendahara yang selama ini menerima honorarium melalui anggaran kecamatan.
Pembayaran honorarium hingga September 2026 telah diselesaikan sehingga pengaturan anggaran berikutnya perlu dikoordinasikan agar pelaksanaannya berjalan sesuai ketentuan.
Menurutnya, pengaturan penggunaan anggaran perlu memperhatikan berbagai komponen pembiayaan, termasuk honorarium pengurus RT dan Pendekar RT, serta kebutuhan pelaksanaan kegiatan yang direncanakan oleh masing-masing kelompok kerja.
“Honor RT dari anggaran itu, honor Pendekar RT juga dari situ. Itu saja sudah berapa, nah sisanya tinggal berapa untuk kegiatan RT? Ditambah lagi dengan waktu yang sangat mepet ini, agak repot kelihatannya,” jelasnya.
Menurutnya, pelaksanaan Program RTKU Terbaik memerlukan tahapan perencanaan yang matang. Kelompok kerja di tingkat RT perlu menyusun rencana kegiatan terlebih dahulu sebelum memasuki tahap pelaksanaan dan pembayaran.
Oleh sebab itu, kepastian anggaran menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan setiap tahapan berjalan sesuai rencana.
Ramli berharap koordinasi dengan DPMD Kukar dapat segera menghasilkan kejelasan mengenai penganggaran dan mekanisme pelaksanaan program.
Dengan demikian, pemerintah kecamatan dapat memberikan arahan yang tepat kepada seluruh RT serta mendorong persiapan kegiatan sesuai petunjuk teknis yang telah ditetapkan.
Di sisi lain, Kecamatan Muara Jawa tetap menjalankan pelayanan rutin kepada masyarakat sembari mempersiapkan pelaksanaan program tersebut. Ramli menegaskan, pihaknya siap mendukung Program RTKU Terbaik melalui koordinasi lintas perangkat daerah agar pelaksanaannya dapat berjalan tertib, terencana, dan sesuai dengan ketersediaan anggaran.
“Yang pasti, besok saya tugaskan Kasubag Program bersama PPTK yang menangani itu untuk berkomunikasi dengan DPMD,” pungkasnya. (ltf/fdl/adv)










