KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Kecamatan Anggana mulai mematangkan pelaksanaan program RT-Ku Terbaik dengan melakukan perekrutan pendekar tingkat RT serta sosialisasi petunjuk teknis penggunaan dana program. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran.
Camat Anggana, Rokip, mengatakan bahwa tahapan persiapan program saat ini terus berjalan. Pihaknya telah mengumpulkan sejumlah pihak yang nantinya terlibat dalam mendukung pelaksanaan RT-Ku Terbaik di wilayah Kecamatan Anggana.
Menurutnya, salah satu tahapan yang sedang dilakukan adalah merekrut pendekar tingkat RT. Keberadaan pendekar tersebut diharapkan dapat membantu mengawal dan mendukung pelaksanaan program hingga ke tingkat lingkungan masyarakat.
“Alhamdulillah, hari ini kita sudah mengumpulkan para pendekar yang ada. Saat ini sebenarnya kita juga sedang merekrut pendekar tingkat RT,” ujarnya pada Senin (2/11/2026).
Ia menjelaskan, sosialisasi program telah dilakukan secara bertahap. Sebelumnya, pihak kecamatan melaksanakan pertemuan secara daring melalui Zoom, kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi secara langsung di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Anggana.
Selain melibatkan para pendekar, pemerintah kecamatan juga segera menyasar seluruh ketua RT untuk diberikan pemahaman mengenai petunjuk teknis penggunaan dana RT-Ku Terbaik. Sosialisasi tersebut dinilai penting agar setiap RT memahami mekanisme dan aturan dalam pemanfaatan anggaran.
Rokip menegaskan, pemahaman terhadap petunjuk teknis menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan sebelum program dilaksanakan. Sebab, pengelolaan anggaran di tingkat RT membutuhkan pemahaman yang baik agar penggunaannya tidak menyimpang dari ketentuan.

Ia berharap melalui sosialisasi tersebut, seluruh ketua RT dapat memahami batasan serta peruntukan anggaran yang diberikan pemerintah. Dengan begitu, pelaksanaan program dapat berjalan lebih tertib dan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Pihak Kecamatan Anggana pun berupaya memastikan seluruh tahapan persiapan berjalan dengan baik, mulai dari perekrutan pendekar hingga penyampaian informasi teknis kepada para ketua RT. Hal ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mengantisipasi potensi kesalahan dalam pelaksanaan program di lapangan.
“Kami yakin dan percaya kalau kita tidak memahami petunjuk teknisnya, nanti akan banyak penyimpangan atau pelaksanaan yang di luar ketentuan. Karena itu, seluruh RT perlu diberikan pemahaman agar penggunaan dana ini benar-benar sesuai aturan,” pungkasnya. (ltf/fdl/adv)









