Home / Uncategorized

Jumat, 15 Mei 2026 - 16:13 WIB

DKP Kukar Siapkan Skema Hidupkan Tambak Terlantar di Delta Mahakam

Muslik - Kepala Dinas  Kelautan dan Perikanan Kukar (Eksposisi)

Muslik - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kukar (Eksposisi)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menyiapkan sejumlah strategi untuk menghidupkan kembali tambak-tambak yang tidak lagi produktif di kawasan pesisir.

Langkah itu dilakukan menyusul tingginya angka tambak terlantar yang tersebar di wilayah Delta Mahakam dan sekitarnya.

Kepala DKP Kukar, Muslik, mengatakan berdasarkan data terakhir, luas tambak di Kukar mencapai sekitar 76 ribu hektare. Namun, hampir 40 persen di antaranya kini tidak lagi aktif dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Kalau catatan terakhir kami, luasan tambak di Kukar itu kurang lebih 76 ribu hektare dan hampir 40 persennya tidak produktif atau terlantar,” ujarnya pada Jumat (15/05/2026).

Ia menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari tingginya biaya operasional budidaya hingga keterbatasan pembangunan di kawasan tambak yang masuk wilayah hutan produksi.

Baca Juga :  Setubuhi Pacar Sambil Direkam Setelah Dicekoki Kopi Campur Kecubung

Sebagian besar tambak di kawasan Delta Mahakam berada dalam area yang kewenangannya melibatkan lintas instansi.

Menurut Muslik, pemerintah daerah tidak bisa secara leluasa melakukan pembangunan fisik di kawasan tersebut karena harus menyesuaikan regulasi kehutanan serta koordinasi dengan pihak terkait, termasuk Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Delta Mahakam.

“Tambak kita banyak berada di kawasan hutan produksi. Karena itu kami tidak bisa sembarangan melakukan kegiatan fisik di sana,” katanya.

Selain persoalan regulasi, perubahan iklim juga disebut semakin berdampak terhadap aktivitas budidaya masyarakat pesisir.

Kenaikan muka air pasang membuat banyak tanggul tambak mengalami kerusakan dan membutuhkan biaya besar untuk perbaikan.

DKP Kukar kini mulai mendorong diversifikasi usaha budidaya sebagai solusi agar kawasan tambak tetap dapat dimanfaatkan masyarakat.

Salah satu yang dinilai potensial ialah pengembangan rumput laut di tambak-tambak yang sudah tidak optimal untuk budidaya udang maupun ikan.

Baca Juga :  Nyala Meredup Taman di Tenggarong

“Kalau rumput laut, tambaknya bocor atau tanggulnya rusak tidak terlalu berpengaruh. Berbeda dengan budidaya ikan atau udang,”ucapnya.

Selain rumput laut, DKP Kukar juga mulai memantau pengembangan budidaya ikan kerapu yang dilakukan masyarakat di Desa Sepatin.

Komoditas tersebut dinilai memiliki peluang ekonomi cukup baik karena memiliki pasar ekspor yang terus berkembang.

Di sisi lain, DKP Kukar juga menyiapkan kerja sama pendampingan dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) guna membantu masyarakat meningkatkan pengelolaan tambak tradisional menjadi semi intensif. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas tambak meski dengan luasan lahan terbatas.

“Rencananya ada pendampingan dari Unhas untuk mendorong tambak yang lebih terawat dan produktif meski luas lahannya tidak besar,” pungkasnya. (ltf/fdl)

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Pengurus LPTQ Kecamatan Muara Jawa Periode 2025-2030 Resmi Dilantik

Advertorial

Pemkab Kukar Hadiri Rakor Administrasi Pembangunan se-Kaltim

Uncategorized

Sejumlah Kegiatan Meriahkan HKN 2024 di Kukar, Kepala Dinas Kesehatan Beri Pesan Bagi Pemuda

Uncategorized

Pemkab Kutim Peringati HKN 2024, Angkat Tema Gerak Bersama Sehat Bersama

Uncategorized

Ratusan Mahasiswa STAIS KKL di Kaliorang dan Kaubun, Diminta Maksimalkan Program Kerja

Uncategorized

Pemkab Kukar Prioritaskan Belanja Wajib dan Program Strategis pada Anggaran 2026

Uncategorized

111 Guru Honorer di Kukar Resmi Diangkat Menjadi PPPK

Uncategorized

Disdikbud Kutim Pasang Internet Gratis untuk Sekolah Negeri