Home / Advertorial / Pemerintah

Rabu, 4 November 2026 - 15:41 WIB

Distanak Kukar Siapkan Program Ayam Petelur Melalui APBD Perubahan 2026, Lima Kecamatan Jadi Sasaran

M Rifani - Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kutai Kartanegara (Latif/Eksposisi)

M Rifani - Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kutai Kartanegara (Latif/Eksposisi)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong sejumlah program pengembangan sektor pertanian dan peternakan melalui anggaran perubahan. Salah satu program yang menjadi perhatian adalah pengembangan usaha ayam petelur di sejumlah kecamatan.

Kepala Distanak Kukar, M Rifani, mengatakan bahwa meskipun anggaran perubahan belum ditetapkan, pihaknya telah menyiapkan beberapa program yang akan menjadi bagian dari rekomendasi untuk dilaksanakan. Selain pengembangan ayam petelur, program di sektor irigasi juga tetap menjadi perhatian.

Menurutnya, pengembangan ayam petelur direncanakan menyasar sejumlah wilayah yang dinilai memiliki potensi untuk mendukung kegiatan peternakan. Beberapa kecamatan yang masuk dalam rencana tersebut di antaranya Kota Bangun, Muara Muntai, Kota Bangun Darat, Loa Janan, dan Loa Kulu.

“Untuk Distanak sendiri, yang pasti kita tetap ke ayam petelur, irigasi dan lain sebagainya masih menjadi program yang kita dorong,” ujarnya pada Selasa (3/11/2026).

Baca Juga :  JPD Tingkat Provinsi Kaltim ke-XVI Digelar di Kukar

Ia menjelaskan, terkait jumlah ayam yang akan disalurkan maupun kebutuhan masing-masing wilayah, saat ini masih dalam tahap penghitungan. Hal tersebut dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan program dengan kondisi serta kesiapan lokasi yang menjadi sasaran pengembangan.

Dalam pelaksanaannya, Distanak Kukar berencana menggunakan ayam petelur jenis pullet atau ayam dara yang sudah melewati fase awal pertumbuhan, bukan anak ayam berumur sehari atau Day Old Chick (DOC).

Pemilihan jenis ayam tersebut mempertimbangkan waktu produktivitas agar masyarakat tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mendapatkan hasil produksi telur. Dengan menggunakan pullet, ayam diperkirakan dapat mulai memasuki masa bertelur dalam beberapa bulan setelah dipelihara.

“Kita masih berhitung, karena nanti kita akan pilihkan ayam bukan bibit atau DOC, tetapi pullet. Jadi ada pergeseran seperti itu, sehingga beberapa bulan ke depan ayam tersebut sudah mulai bertelur,” jelasnya.

Rifani menerangkan, apabila menggunakan DOC, peternak membutuhkan waktu pemeliharaan sekitar tiga hingga empat bulan sebelum ayam memasuki fase produksi. Karena itu, penggunaan pullet menjadi salah satu pertimbangan dalam pelaksanaan program tersebut.

Baca Juga :  Seleksi Kompetensi Dasar bagi CPNS di Kutim Resmi Dibuka

Ia menyebutkan bahwa pengembangan ayam petelur juga didasarkan pada potensi pasar serta kebutuhan masyarakat terhadap komoditas telur. Selama ini, pasokan telur di Kukar masih banyak didatangkan dari luar daerah sehingga pengembangan produksi lokal dinilai memiliki peluang untuk memenuhi sebagian kebutuhan tersebut.

Menurutnya, produksi telur dari peternakan lokal diharapkan dapat memberikan nilai tambah karena telur yang dipasarkan memiliki tingkat kesegaran lebih baik. Selain itu, pengembangan peternakan juga diharapkan mampu membuka peluang usaha bagi masyarakat di wilayah sasaran.

“Pasarnya yang kita lihat, karena telur itu banyak didatangkan dari luar. Namun, kelebihan kita nantinya adalah telur yang diproduksi lebih segar karena berasal dari produksi lokal. Itu salah satu pertimbangan kita,” pungkasnya. (ltf/fdl/adv)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Bupati Melantik Sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemkab Kukar

Advertorial

Anggota DPRD Kaltim Dorong Pembentukan Regulasi untuk Beri Perlindungan dan Dukungan bagi Masyarakat Pesisir

Advertorial

Anggota DPRD Kutim Tegaskan Pemkab Berkomitmen Penuhi Kebutuhan Dokter Spesialis

Advertorial

Desa Rapak Lambur Jadikan Kebun Durian dan Lahan Pertanian Potensi Unggulan Lokal

Advertorial

SDN 003 Muara Kaman Tingkatkan Mutu Pendidikan Dengan Mendorong Kompetensi Tenaga Pendidik

Advertorial

Ketua DPRD Kutim Soroti Kesenjangan Fasilitas Pendidikan Antara Kota dan Pedalaman

Advertorial

Hidupkan Kembali Bank Sampah, Upaya Pemerintah Kelurahan Bukit Biru Memperbaiki Pengelolaan Sampah

Pemerintah

Dispora Kukar Tekankan Pentingnya Peran Orang Tua dalam Mendukung Anaknya Mengejar Impian Sebagai Abdi Negara