Home / Hukum - Kriminal

Selasa, 11 Juli 2023 - 17:36 WIB

Kejari Kukar Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Korupsi Pembangunan Embung yang Rugikan Negara Sebasar Rp1,6 Miliar

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kutai Kartanegara (Kukar) menetapkan tiga tersangka kasus korupsi pembangunan embung di Desa Bukit Pariaman, Kecamatan Tenggarong Seberang.

Kepala Kejari Kukar, Tommy Kristanto mengungkapkan pembangunan embung yang dikerjakan tidak memenuhi standar secara kasat mata, sehingga pihaknya bekerjasama dengan sejumlah ahli melakukan verifikasi di lapangan untuk menghitung kerugian Negara.

Proyek pembangunan embung tersebut menggunakan anggaran tahun 2020 senilai Rp8 miliar, dari hasil pemeriksaan dugaan korupsi dari ketiganya merugikan Negara sebasar Rp1,6 miliar.

“Kami bekerjasama dengann ahli untuk melakukan verifikasi di lapangan, menghitung komponen apa yang menjadi kerugian. Ditambah dari auditor dari BPKP turun ke lapangan, memang setelah dihitung dan dirumuskan kerugian mencapai 1,6 Miliar dari 8miliar,” ungkapnya.

Ketiga tersangka tersebut yakni, MRC, AS, dan FR. Adapun peran dari ketiganya yakni, MRC sebagai kontraktor, AS sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan FR jadi Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar.

Baca Juga :  KPU Akan Melakukan Penghitungan Surat Suara Ulang untuk 43 TPS di Kukar

“Untuk AS bertindak PPK dan saya sampaikan khusus AS memang ternyata sdah jadi tersangka di Kejati, tersangkut dua perkara, di Kejati dan Kejari Kukar,” jelasnya.

Tommy mengatakan, penetapan ketiga tersangka tersebut sejak tanggal 4 Juli 2023. Kemudian saat dilakukan pemanggilan pertama MRC dan FR tidak hadir. Kemudian pada tanggal 11 Juli, MRC menghadiri panggilan dan langsung dilakukan penahanan. Sedangkan FR masih belum hadir dikarenakan sedang dirawat di Rumah Sakit.

“Hari ini kita periksa satu tersangka dari dua panggilan, MRC kita periksa dari jam 9 sampai 10 pagi, setelah selesai maka kami langsung lakukan penahanan rutan 20 hari ke depan , terhitung 11 Juli sampai 30 Juli,” katanya.

Baca Juga :  Bupati Kukar Hadiri Peringatan Hari Kartini di Lembaga Penasyarakatan Perempuan Kelas IIA Tenggarong

Setelah dilakukan pemeriksaan di Kantor Kejari Kukar, MRC langsung dibawa menuju Rutan Sempaja, Kota Samarinda, untuk dilakukan penahanan.

Tommy menegaskan, upaya ini merupakan komitmen dari Kejari untuk menyelesaikan semua kasus Tipikor yg terjadi di Kukar. Sehingga pembangunan di Kukar bisa berjalan dengan baik.

“Kami dari Kejari Kukar komitmen selesaikan semua Tipikor yang terjadi di Kukar, terlebih lagi banyak kasus yang agak macet akan didorong semua,. Tujuannya adalah untuk memberi kepastian hukum dan tegaskan lagi kami profesional dan tidak tebang pilih dan pandang bulu, jika secara alat bukti terpenuhi kita proses,” pungkasnya. (kkr)

Share :

Baca Juga

Hukum - Kriminal

Lapas Kelas II A Tenggarong Siap Memfasilitasi dan Membantu Polresta Samarinda Terkait Pengungkapan Narkoba

Hukum - Kriminal

Polres Kukar Ungkap Peredaran Narkoba di Loa Janan, Tangkap 2 Tersangka Pemilik Sabu Seberat 1,5 Kilogram

Hukum - Kriminal

DPRD Kukar Siapkan Rekomendasi Penutupan Pondok Pesantren di Tenggarong Seberang Karena Kasus Dugaan Kekerasan Seksual

Hukum - Kriminal

Kakanwil Ditjenpas Kaltim Apresiasi Dukungan Pemkab Kukar terhadap Pembinaan Lapas di Tenggarong

Hukum - Kriminal

Guru Pelaku Pelecehan 7 Santri di Kukar Divonis 15 Tahun Penjara, Pihak Korban Tidak Puas dengan Hasil Persidangan

Hukum - Kriminal

5 Terdakwa Penganiaya Hendrikus Pratama Divonis 11 Tahun Penjara

Hukum - Kriminal

Setubuhi Santri Hingga Hamil, Pimpinan Ponpes Ditangkap Polisi

Hukum - Kriminal

Hadiri Hari Bhakti Pemasyarakatan di Lapas Kelas IIA Tenggarong, Bupati Kukar: Hilangkan Stigma Negatif terhadap Warga Binaan